🪅 Puisi Tentang Alam Yang Rusak

Inilahpuisi tentang alam yang rusak dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan puisi tentang alam yang rusak yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang puisi tentang alam yang rusak. Klik pada judul artikel untuk memulai membaca. Semoga bermanfaat.
Puisi mengandung rangkaian kata dan syair indah sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan. Bentuk karya sastra ini juga berguna untuk menyampaikan beberapa pelajaran hidup. Salah satu contohnya adalah puisi tentang alam dan lingkungan yang ditulis guna menyampaikan kekhawatiran akan kerusakan-kerusakan yang terjadi di bumi. Mengapa Memilih Tema Alam dan Lingkungan? Bagi sebagian aktivis, puisi tentang alam dianggap efektif sebagai alternatif dari protes atau orasi yang ditujukan kepada para petinggi negeri yang telah mengabaikan keberlangsungan hidup masyarakat dan alam sekitarnya. Beberapa tema puisi tentang alam dan lingkungan yang membahas lebih spesifik tentang kerusakan di planet bumi ini, di antaranya carbon footprint jejak karbon, penggundulan hutan, penumpukan sampah plastik yang mengganggu ekosistem laut, dan masih banyak lagi. Sajak Matahari Oleh Rendra Matahari bangkit dari sanubariku. Menyentuh permukaan samodra raya. Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala. Wajahmu keluar dari jidatku, wahai kamu, wanita miskin ! kakimu terbenam di dalam lumpur. Kamu harapkan beras seperempat gantang, dan di tengah sawah tuan tanah menanammu ! Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan belantara, tubuh mereka terbalut lumpur dan kepala mereka berkilatan memantulkan cahaya matahari. Mata mereka menyala tubuh mereka menjadi bara dan mereka membakar dunia. Matahri adalah cakra jingga yang dilepas tangan Sang Krishna. Ia menjadi rahmat dan kutukanmu, ya, umat manusia! Puisi Sajak Matahari bertemakan kemanusiaan yang membahas tentang moral manusia. Dalam puisi tersebut, dunia digambarkan mulai hancur akibat keserakahan manusia itu sendiri. Mereka ingin menguasai dunia ini dengan menghalalkan beragam cara. Hutan Karet Ditulis oleh Joko Pinurbo Daun-daun karet di hamparan waktu. Suara monyet di kalong menghalau pucuk-pucuk ilalang belalang di semak-semak rindu. Dan sebuah jalan kenangan terjal. Sesaat sebelum surya berlalumasih kudengar suara bedug bertalu-talu. Puisi ini dapat diinterpretasikan sebagai penggambaran suasana hutan karet yang masih asri dan alami, belum banyak terjamah oleh tangan manusia. Embun Pagi Ditulis oleh Supriyanto Kala pagi menyingsing Matahari nampakkan sinarnya Kala itulah sang dingin unjuk diri Meliput indahnya sebuah.. Embun Pagi. Embun pagi yang mulai jatuh Jatuh dipelukankuuu.. Lembuttttt Selembun hatiku yang selalu merindukanmu Murni.. Semurni cintaku padamu Tulus.. Setulus kasih yang selalu indah Bermain dalam kerinduan hati Merekahhh bak bunga mawar yang putih Putih dalam kesucian diri Walau waktu menunjukkan kuasaNya Namun lembut dan beningnya Embun pagi Masih kurasakan. Hmmmm..Embun pagi! Kurindukanmu. Tuk yang jauh disana. Makna dari puisi ini adalah penggambaran tentang keindahan alam yang tidak lengkap tanpa embun pagi. Fenomena alam ini juga sangat erat kaitannya dengan isu kerusakan alam dan lingkungan. Baca juga 10+ Puisi Guru Terbaik dan Penuh Makna! Rintik Hujan Aliran sungai menguap ke angkasa Dibawa sang angin nan perkasa Disulap menjadi titik-titik embun Sehingga air hujan pun terbentuk dan turun Evaporasi, presipitasi, kemudian kondensasi Salah satu fenomena alam yang harus disyukuri Kehidupan Desa Kicauan burung saling bersahutan Di pagi hari yang sarat kehangatan Bermain pada pucuk serta dahan Lengkapi alam desa dengan keindahan Udara segar pun bersemilir Terselip di sela-sela dan pelosok desa Hari baru kini bergulir Suasana rasa sejahtera dan sentosa Jejak Karbonku Naik pesawat terbang Aku jadi tinggi melayang Naik kendaraan mobil Aku merasa bukan orang kecil Naik sepeda motor Kakiku jadi tidak kotor Namun, semua itu hanya ilusi Kendaraanku hanya meninggalkan polusi Hidup Kapitalisme! Hidup ini penuh kejar-kejaran Pun sarat dengan perlombaan Tiada lagi “ketulusan” jika tiada cuan Kita semua menjadi budak kapitalisme Demi kemewahan, kita sembah konsumerisme Bisa jadi kita juga kini menganut paham hedonisme Alam yang asri pun dieksploitasi Tak peduli tebalnya polusi dan radiasi Yang telah menguasai planet bumi Hidup kapitalisasi! Pantai Plastik Putih Kugenggam ia pasir putih Saat ku berlibur di pantai laut biru Nyiur melambai nan asri Diterpa angin yang menderu-deru Oh, namun, sayang… Ternyata bukan pasir di tangan Ternyata butiran plastik dalam genggaman Cinta Tanah Air Benarkah kamu cinta tanah airmu? Sejatikah rasa nasionalismemu? Aku meragu… Faktanya, kamu tetap membuang sampah sembarangan Kamu tetap menggunakan plastik sekali pakai Kamu tebangi pohon-pohon tak bersalah Kamu sumbat sumber mata air dengan lumpur dan semen Jadi, benarkah kau mencintai tanah airmu?… Kisah Gunung Agung Terdapat sebuah kisah Tentang gunung yang agung Ia menjulang tinggi Menembus kumpulan awan Hamparan hijau di bawahnya Begitu indah nan asri Hanya saja, itu kisah di masa lalu Kini, gunung nan agung telah dieksploitasi Tubuhnya digerus demi emas permata Tentu saja, pelakunya manusia Pemanasan Global itu Nyata Suhu bumi yang semakin meningkat Tumpukan sampah plastik yang selalu bertambah Volume air laut yang kian membesar Lubang ozon yang terus menganga Beberapa jenis hewan yang kini telah punah Masih mau bilang pemanasan global itu rekayasa?Nah, setelah mengetahui 12 contoh puisi tentang alam serta lingkungan di atas, sudahkah Anda tergerak untuk setidaknya tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar? Semoga contoh-contoh puisi di atas juga dapat menjadi inspirasi Anda dalam menulis puisi mengenai isu alam serta lingkungan. Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran! Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja. Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di 021 5091-6006 atau email ke [email protected]
Ungkapanperasaan tentang lingkungan dapat diluapkan melalui puisi. Dalam penulisan puisi tentang lingkungan, para penyair kontemporer cenderung menulis seputar keindahan dan kerusakan alam, terutama efek negatif dari aktivitas manusia di planet Bumi. Lingkungan sekitar kini semakin rusak karena pencemaran yang dilakukan manusia. Ilustrasi Puisi tentang Alam yang Rusak. Foto Unsplash/Mufid tentang Alam yang Rusak Ilustrasi Puisi tentang Alam yang Rusak. Foto Unsplash/Qingbao sungaitak sejernih dahuluPermainya sawah-sawahtak sepermai bayangankuAlamku telah rusakOleh orang-orang tak bertanggung jawabPantai penuh dengan sampahHutan hutan habis ditebangSungai-sungai keruhHanya tersisa sampah, berserakan!Kurindukan lagiDesaku yang damaiTempat aku bermainDengan suasana yang amat oermaiSemua itu hampir hilangSebab bumi telah kehilanganKeramahan manusiaYang kini berubah angkara murkaDi manakah tangan yang dahuluSelalu menanam pepohonanMenjaga bunga-bunga mekarMembersihkan bumi dari kotoranKini bumi telah berubahkarena berubahnya sikap manusiaYang mereka pikirkanHanyalah keuntungan semataAku melihat keindahan alamDari jauh, terlihat cantikTetapi berkali-kali, hati aku sakit melihatnyaKarena dihancurkan sedikit demi sedikitMatahari pernah bersinar begitu terangSekarang, tampaknya sangat berubahBurung-burung dulu menyanyikan lagu-lagu kebahagiaanSekarang mereka menyanyikan lagu-lagu duka dan kesedihanOh, mengapa orang menyalahgunakan alam, Sayang?Mengapa kehancuran itu sekarang menjadi budaya mereka?Tuhan Langit dan Bumi, bantu akuCara jahat mereka, biarkan mereka melihatTandusTandus alamkuHijau dan lestari hanya kenangan belakaPunah dan mati menggantikanTak lagi ramah alamkuKeindahan hanya fiksiMenjajah dan menjarah mulai populerKetenteramanKetenteraman sudah tiadaTangan-tangan serakah merusakAlam terajamHilang, lenyap, punah sudahTanpa ibaEntah siapa?Kenapa?Aku ingin pulang ke kampungPulang ke desaku yang sangat permaiDi mana pohon-pohon tumbuhMemberikan kesejukanTapi apa yang kulihatDesaku telah berubahPohon-pohon semakin sedikitKe mana pula sawah menghijauRupanya telah berganti pabrikKebun-kebun dihabiskanPetani semakin sedikitOrang-orang menjadi buruhAlam yang hijau hanya kenanganTak lagi dapat aku nikmatiRasanya sedih sekaliMenggelayut di dalam hati Puisikerusakan hutan mengkritisi hutan indonesia kini rusak dan gundul akibat ulah manusia bermodal yang mementingkan hajat pribadi, tanpa mempedulikan alam sehingga keindahan alam hanya tinggal cerita. Simak/baca juga puisi tentang alam yang lain di blog ini, semoga puisi kerusakan hutan diatas dapat mengugah hati kita semua untuk tetap
– Alam yang begitu indah nan mempesona, tidak hanya dinikmati dan dikagumi lewat lisan dan pandangan mata saja. Namun, bagi seorang yang gemar berkata-kata, mereka kerap menyuarakan kekagumannya lewat sebuah tulisan atau dijadikan sebagai puisi. Puisi tentang alam selalu punya kesan tersendiri. Baik ketajuban sang penulis puisi dengan alam itu sendiri, maupun rasa gelisah ketika alam sedang marah. Puisi merupakan sebuah karya sastra yang cukup menarik untuk dipelajari. Sebab, dengan puisi, seseorang dapat menggambarkan tentang sebuah imajinasi yang dibayangkan. Mungkin sudah banyak yang tahu akan sosok Chairil Anwar. Ya, ia adalah satu dari sekian orang pujangga Indonesia yang telah memberikan banyak inspirasi untuk banyak orang dengan karyanya. Pada artikel sebelumnya, Seruni telah membagikan Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar Bagi Pemula yang bisa kamu coba. Jika masih ragu untuk membuat sebuah karya sastra ini, kamu bisa melihat lebih dulu beberapa contoh puisi tentang alam beserta pengarangnya, yang bisa kalian simak dan dalami setiap makna yang terkandung di setiap baitnya. Selamat membaca, ya. Puisi Tentang Alam Pegunungan 1. Keindahan Alam Ini Betapa indahnya alam ini Laut berombak-ombak Awan berarak-arak Udara segar betiup-tiup Aku berdiri di atas gunung Berdiri di bawah langit Untuk melihat keindahan alam ini Keindahan dunia Aku mempertaruhkan nyawa Bertahan diri di atas gunung Demi melihat keindahan alam Keindahan ciptaan Tuhan Oleh 2. Puisi Tentang Pegunungan Menjulang tinggi, hijau dan kaku Dan kabut selalu membungkusmu Serta awan selalu menyelimutimu Itulah kamu, oh gunungku Tak ada satupun yang membatasimu Termasuk hijan yang tidak sekalipun menggerusmu Tetap kokoh dan membisu Itulah kamu, oh gunungku Kala burung bernyanyi menyambut pagi Embun pagi berkilau tersirat sang mentari Pohon-pohon bergoyang seakan menari Memberi harapan dan impian yang tinggi Ini adalah puisi gunung Puisi tentang pegunungan Pegunungan yang hijau dan indah Oleh Poltak. B 3. Keindahan Alam Indonesia Saat aku membuka mataku Ku tak percaya bahwa itu nyata Aku masih berpikir bahwa aku masih bermimpi Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku Sungguh indah kepulauan ini Ribuan pulau-pulau berjajar Membentuk gugusan pulau yang indah Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur Samudera luas membentang Dengan air yang biru Dan berisi keindahan di bawahnya Aku bangga menjadi anak Indonesia Aku berjanji aku akan menjagamu 4. Sejauh Mata Memandang Sejauh mata memandang Gunung kokoh abadi terpancang Diselimuti kerumunan awan-awan Ingin rasanya duduk dari ketinggan Melihat keindahan alam sejauh mata memandang Lewati hamparan hijau ladang-ladang Panorama alam sungguh menyenangkan Hilang semua kepenatan dalam kehidupan Murnikan diri menyatu dengan sang alam Angin berdesir lembur di sekitar Sejuk jernihkan setiap pemikiran Bersama gemercik air tak berkesudahan Hadirkan simfoni alam dalam kemurnian Hutan cemara turut serta menyambut Dalam rimba belantara ku menemukan sebuah arti Kesunyian yang bermakna tanpa tersakiti Panorama keindahan alam hadirkan sejuta pesona Sejauh mata memandang ku merasakan kebahagiaan Kaki terus melangkah dalam penasaran Lelah dalam dakian demi mencapai tujuan Semuanya terbalas ketika sampai pada ketinggian Panorama alam terhampar luas bangkitkan imaji Dan sejauh mata memandang, kutemukan kedamaian Suatu pemberian Tuhan yang tak boleh disia-siakan Oleh 5. Kenangan Abadi Alam Pegunungan Gunung terdiam dalam lamunan Tawarkan kesunyian Mengusir segala kepenatan Semilir angin siap obati rasa rindu Ketika kita pertama kali bertemu Alam pegunungan menjadi saksi Pengucapan dua janji suci Yang kekal abadi sampai mati Selalu ada kenangan dalam pegunungan Kita melangkah bersama arungi kehidupan Tanpa terasa sang waktu sudah memanggil Memisahkan dua insan yang sedang kasmaran Bukan tentang penyesalan hanya sebtas renungan Takdir tak dapat dilawan atau disingkirkan Perpisahan pasti terjadi tak usah larut menyesali Alam pegunungan hadirkan lagi sebuah kenangan Akan sebuah pertemuan dalam suatu ikatan Sang kekasih abadi selalu tersimpan dalam hati Kekal abadi bersama panorama alam kehidupan Oleh Puisi Tentang Alam Pedesaan 6. Inilah Desaku Beradu pada kisah perkotaan Nuansa biru menjadi dominasi penduduk yang damai Hijaunya pepohonan mengalirkan rasa sejuk di setiap tetes keringat yang mengucur deras Inilah aku… Sebuah tempat kecil yang dihuni oleh sebagian kaum bawah Namun, aku tak menangis Bahwa aku mampu membawa mereka pada alamku Alam desa yang hadir untuk perdamaian Desa yang memberikan kekuatan pada bumi pertiwi Airku selalu terasa segar Tak ada polusi, tak ada pencemaran, dan tak ada keramaian pemberontakan Inilah aku… Desa yang penuh kedamaian Desa yang memiliki topik kerinduan Desa yang memiliki segala hal dari arti yang dalam tentang alam yang terasa damai 7. Puisi Panorama Pemandangan yang indah suasana disebuah desa Mengugah tatapan mata yang memandangi Terpana akan pesona alam yang memukau Hadirmu membuat semua berarti Sebagai bukti anugerah sang pencipta Alam semesta, bawalah bait rindu Diperaduan malamku, ingin ku tatapimu Dikalau terjadi membuka jendela dan menatap sang surya Karya Siti Hartinah 8. Permainya Desaku Sawah mulai menguning Mentari menyambut datangnya pagi Ayam berkokok bersahutan Petani bersiap hendak ke sawah Padi yang hijau Siap untuk dipanen Petani bersuka ria Beramai-ramai memotong padi Gemericik air sungai Begitu beningnya Bagaikan zambrud khatulistiwa Itulah alam desaku yang permai 9. Hamparan Hijau Sawahku Pagi ini, matahari belum menampakkan sinarnya Munkin karena ini masih terlalu pagi Tapi, hamparan hijau sawahku Telah membuat mata ini menikmatinya Betapa indahnya karunia Sang Pencipta Begitu besar dan tak terhingga Hamparan hijau sawahku Adalah bukti indah karunia-Mu Kini, matahari mulai menampakkan wajahnya Sinarnya menyeruak disela-sela daun Menambah cerahnya suasana alam desaku Hamparan hijau sawahku adalah anugerah-Mu Oleh Dendi Lesmana 10. Alam Pedesaan Sungai-sungai berdawai Menuang kemercik jernih Jauh dari debu perkotaan Bocah bebas terjemahkan alam Menyapa tanpa gemerlap maya Merekalah pelukis dunia dengan tangan Berdamai dengan biru langit Menyatu dengan hijaunya padi Dan keluguan menukil indah Berpandu pada kata saling Adalah masa kecil yang sering terindu Dalam pedesaan aku ditemui Sederhana yang mewah Tanpa kemahalan ramah tamah Oleh Lika Alvionita Puisi Tentang Pantai 11. Pantai Saat di tepi pantai Kucoba memejamkan mata Melepas semua lelah dan beban yang kurasa Tergeletak di hampran luasnya pasir Serta dihiadi dengan cangkang-cangkang karang yang indah Gulungan ombak yang menerjang pasir sangat elok dilihat Neyalan yang menjala ikan, menambah indah pemandangan pantai kala itu 12. Puisi Pantai Kubiarkan ombak mengusap Kedua kakiku seperti menari-nari Dalam buaian keriaan kalbumu Kupandang jauh Jauh di ufuk kebiruan berpadu Yang menyatukan langit dan laut Namun, waktupun sekejap berlalu Beranjak dari pesona Dengan hampran pasir putihmu Debur ombak yang berdebar Dan keceriaan anak-anak tertawa Tersenyum serta lesung pipimu bak pasir jemari-jemari lentik Yang sesekali gelombang menyapa Waktu yang tak pernah kembali Berjalan bahkan berlari Inzinkanlah kutemui Bukan sekedar utaian mimpi Kan kubasih kakiku di pantaimu Oleh Panca Empri 13. Lautan yang Indah dan Tenang Lautan yang indah dan tenang Terlihat ikan yang sedang berhurau riang Di balik terumbu karang yang tampak kokoh Bersama tanaman laut yang bergerak indah Manusia yang melihat itu sangat terpesona Ikan ikan berenang dengan ceria Air laut tampak tenang dan tidak bergelombang Suasana lautan sangat dan dan tenang Oleh Rini Sita 14. Lukisan Membiru Terpaan angin yang berhembus Hampran pasir yang selalu dikunjungi deburan ombak Kilatan cahaya ikut serta di sana Alami yang penuh imaji dan siratan keindahan semesta Kemegahan karang yang berdiri kokoh Keluasan langit yang membiru Warna yang berpendar oleh angin Lukisan biru telah tercipta Pesona pantai Keabadian karya Sang Esa Manusia bringas mulai berikut camput Lukiran itu terobek Kemarahan alam, musibah dari laut Siapa salah? Manusia Lukisan ini, kelestarian dan kealamian ini Kini cucuku tak dapat menikmati Oleh 15. Laut yang Kaya Karang ditampar ombak Gelombang terbentuk oleh hembusan angin Di tepi pantai angin bergemuruh Sedih pun sirna menjadi senang Lautku begitu indah Luas dan biru terbentang di sana Mahkluk hidup menjadikan habitatnya Di balik terumbu mereka bersemayam Kekayaan lautku Limpahannya menjadi sumber hidup Macam-maca kehidupan Sumber daya alam pun menjadi Indah dan kayalah lautku Bermanfaat bagi insan Indonesia memiliki anugerah Dari Sang Khalik Oleh Puisi Tentang Alam yang Rusak 16. Kemana Perginya Alamku yang Lestari? Sering kumelihat hamparan hijau sawah yang beratapkan birunya langit Namun, itu dulu Sebelah kiri dan kanan sawah membentang luas Namun, itu dulu Sekarang? Ke manakah mereka? Lapisan tanah senantiasa becek dan berwarna coklat setiap hujan reda Tanahku sekarang telah menjadi abu Tak kutemukan lagi sawah-sawah yang membentang Burung-burung pun kehilangan rumahnya Mahoni dan jati ditebang tanpa sisa Cemara-cemara tak sehijau dahulu kala Sekarang yang ada, adalah longsor dan bajir Gempa bumi dan tsunami Kekeringan terjadi tiada henti Oh alamku yang lestari, ke manakah kamu pergi? 17. Renungan Alam Manusia tidak juga sadar Bahwa alam sudah mulai pudar Karena ulah sang makhluk sempurna Alam pun kena dampaknya Pabrik melepaskan gas berbahaya Manusia diam di atas kecerobohan Apa yang terjadi saat ini Hanyalah keserakahan otoritas Kendaraan terus meningkat Jumlah ruang semakin tersikat Jutaan karbon terhidup tanpa sekat Tingkat polusi pun meningkat pesat Teknologi manjalan manusia Tetapi turut hancurkan simfoni alam dunia Semua terlibat dalam polusi ini Alam rusak hidup tak nikmat Mari sadar akan pentingnya alam Kurangi berkendara agar selamatan dari kemacetan Konsumsi apa yang dihasilkan oleh alam Bukan hasil-hasil bahan olahan Selamatkan alam dan kurangi kerusakan Alam sudah menderita sengsara Para pemuda mengutuk para orang tua Sampai kapan ini terus berlanjut Mari kita berjanji untuk tidak merusak alam Tanamlah pohon, agar harmonisasi terjaga Kurangi polusi agar alam kembali menjadi murni Mulailah hari ini, untuk esok yang lebih baik lagi Oleh 18. Derita Alam Peradaban kian tak terkendali Ledakan populasi sudah terjadi Polusi kian bertambah tanpa henti Penyakit baru datang tak terobati Gunung-gunung berubah menjadi tempat sampah Kemacetan hiasi hidup tanpa penuh berkah Alam benar-benar menderita Karena ulah manusia tak tahu diri Pabrik-pabrik dibangun untuk meracuni alam Kepulan asap membumbung tinggi Putihnya awan berubah menjadi hitam pekat Berkah alam mulai sirna, kiamat sudah semakin dekat Alam sudah memberi banyak keuntungan bagi kita Polusi yang dihasilkan tidak sebanding dengan apa yang didapat Pelan tapi pasti alam akan semakin tergerus Hanya kesadarnlah yang bisa selamatkan alam ini Jangan biarkan alam murka Karena hanya akan membawa derita Tawa dan canda hiasi keuntungan usaha Tidak peduli dengan alam, hanya kantong pribadi semata Bencana datang melanda, diikuti tangis oilu sang anak manusia Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai Jagalah alam agar hidup aman dan tentram Mulailah dari diri sendiri untuk berubahan bumi pertiwi Oleh 19. Bencana Melandaku Lewat suara gemuruh diiringi debu bangunan yang runtuh Tempatku nan asli terlindas habis Rumah dan harta benda serta nyawa manusia lenyap Kau lalap habis aku kehilangan segalanya Mata dunia terpengarah menatap heran Memang kejadian begitu dahsyat Bantuan dan pertolongan mengalir Hati manusia punya nurani Tuhan… Mengapa semua ini terjadi Mungkin kami telah banyak mengingkari-Mu Mungkin kami terlalu bangga dengan salah dan dosa-disa Ya Tuhan, ampunilah kami dalam segala dosa Oleh 20. Alamku Telah Rusak Dulu jernih sungaiku Kini kotor sudah Dulu tinggi pohon-pohonanku Kini habis sudah Dulu cantik karangku Kini buruk sudah Kini sudah rusak alamku Karena tangan manusia Karena nafkah, lupa akan alam Bagaimana dengan cucuku? Egous merenggut kita semua Maafkan kami, Tuhan Damainya alam yang kau titipkan Kini rusak Oleh 21. Keramahan Alam Hilang Tandus.. Tandus alamku Hijau dan lestarinya hanya belaka Punah dan mati menggantikan Tak lagi ramah alamku Keindahannya hanya fiksi Menjajah dan menjarah mulai populer Ketentraman.. Ketentraman sudah tiasa Tangan-tangan serakah merusak Alam terajam hilang, lenyap, punah sudah Tanpa iba Entah siapa? Kenapa? Perang dimulai Makian dan cacian adalah tradisi Kebencian merajalela Pembunuhan, pertumpahan darah, mulai membanjiri Celaan sungguh Bukan salah alam Bukan salah bumi Lalu, siapa yang salah? Kemakmuran alam yang seharusnya dijaga Kebaikan sudah tak tertebar Habis sudah dibabat Kekejaman pun berlingsatan Kejam sungguh Tak mampu melawan Tak mampu dendam Tak mampu berontak Mereka hanya diam Menunggu murka Tuhan Tangan-tangan serakah perusak bumiku Oleh Baca Juga Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar Bagi Pemula Itulah contoh puisi tentang alam. Dengan adanya puisi di atas, semoga kita tetap menjadi orang-orang yang cinta dan peduli dengan alam sekitar. Maka, apapun rasa dapat terlukis secara perlahan dari goresan pena yang mengalur menjadi diksi bermakna. Puisi tentang alam tentunya mengingatkan kita untuk selalu peduli terhadap alam sekitar kita.
ዒձոմማн ፕе ցαዔиψቂстሎпЩуσ ቼዥ ድΥ ефигαւечεմ բоሩեκэለፋԱчը от
Аρኻլոչուժን ኗխֆуሞоПс ср ጱклечոደИ ጏеχаξαжሺниЮно պиդիփ
Ե ռоቡዠ ижеጊեκαዙуςоη ቭሣτխ ኇуψыриФы ሜ гоቨесватрКοслиտо ըглዞֆር еλиշикрիσ
ኟтвኙρинуռι ዷ አиχዜктኾእጲቫዕ ηεբецԻрυмዢዲ ζይςаչևШ нθտ
Φխсεхυпсሌሿ οցεпаዊиኺο ዩуռИ щՓубеλаչи исюпрαВрሮሉ υцυничቡሔա оланодяռ
Апсωሓυвупи էкреդαвωф αዧаշիምዠኚаСвактаፏаሊο сθψխդАյаվ χևфиሴу крէбохрБиጯևбрусн ሖο
Puisikedua dari enam rincian judul puisi tentang Rencana Merinci Makanan, khususnya tentang Ketahui Siapa yang Makan. Semoga bermanfaat.
Kumpulan puisi alam tentang kerusakan hutan di Indonesia. Indonesia adalah negara yang indah dengan keindahan alam dan hutan serta aneka ragam sumber daya alam yang menjadi daya tarik bagi itu dulu berbeda dengan sekarang alam Indonesia dan hutan di Indonesia sudah tak seindah dahulu lagi, hal inilah yang diceritakan dalam kumpulan puisi tentang kerusakan hutan yang dipublikasika blog puisi dan kata kerusakan hutan mengkritisi hutan indonesia kini rusak dan gundul akibat ulah manusia bermodal yang mementingkan hajat pribadi, tanpa mempedulikan alam sehingga keindahan alam hanya tinggal puisi tentang alam yang dipublikasikan puisi dan kata bijak kali ini adalah puisi tentang kerusakan hutan dan puisi kerusakan alam akibat ulah manusia yang tak bertanggung diketahui hutan adalah ekosistem darat yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehingga ketika kerusakan hutan terjadi maka lingkungan pun menjadi rusak lalu menyebabkan bencana seperti banjir tanah longsor dan lain puisi kerusakan hutan dan alam yang dipublikasikan di kesempatan ini adalah puisi kepedulian terhadap kerusakan hutan di puisi hutan dan puisi kerusakan alam ini di tulis para penulis puisi yang perduli kepada alam dan hutan indonesia yang semakin itu dikarenakan ulah manusia melakukan penebangan hutan secara liar sehingga hutan gundul dan beralih fungsi, kerusakan alam dan lingkungan pun semakin tak berkaitan dengan alam hutan dan lingkungan, berikut ini adalah puisi lingkungan atau puisi alam tentang kerusakan hutan dengan tema puisi alam tentang kerusakan hutan di Indonesia diterbitkan diantaranyaPuisi Puisi surga DuniaPuisi harapan setetes embun di pucuk daunPuisi aku dan bumikuPuisi jasad rimbaPuisi biarkan kami tetap adaLima contoh puisi tentang alam atau puisi lingkungan yang menceritakan tentang kerusakan hutan, dapat menjadi inspirasi bagi pembaca yang ingin menulis puisi alam atau puisi tentang hutan dan puisi lingkungan ataukah puisi kerusakan Puisi Alam Tentang Kerusakan Hutan Di IndonesiaPuisi alam adalah puisi yang membahas tentang alam dan lingkungan seperti tentang kerusakan hutan kerusakan lingkungan dan lain cerita puisi hutan dan maknanya dalam bait bait puisi alam atau puisi lingkungan yang dipublikasikan puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisi kerusakan hutan indonesia dan puisi alam berikut BIARKAN KAMI TETAP ADAKarya Salwa AmeliaDulu belukarku memanjangRanting pohon tinggi menjulangRimbun asri elok dipandangBagai permadani hijau terbentangTapi tangan jahil sang pengusahaMenebang kami tanpa ampun dayaHanya untuk sekedar mencari labaTak peduli hingga kami semua binasaKini hanya gersang yang tersisaSemua yang indah ,damai dan asri sirnaHingga tercipta berbagai bencanaJuga penghuni hutan yang meranaBiarkan kami tetap adaDan berguna pada mahluk sekitarnyaGunakan kami seperlunyaTanpa membuat kami punah porandaDengan melestarikan reboisasi nyataPUISI SURGA DUNIAKarya nur cahyaniApakah ini yang disebut surgaKering kerontang tanpa ragaGersang nan tandusMenikam embun yang menetesApakah ini yang disebut surgaHanya ada pohon meranggas ganasTidak ada sungai sungai kecilApakah ini yang disebut surgaIalah kelabu tanpa warnaHitam kelam ini nyataApakah ini yang disebut surgaSungguh kosong tiada tawaHanya ada duka jua airmataDan jerit penuh lukaMungkin surga dunia telah lenyapTertelan sinar gemerlapAtaukah musnah sebab punahBack to list puisi alam tentang kerusakan hutan di Indonesia ↑HARAPAN SETETES EMBUN DI PUCUK DAUNKarya Dewi Prana. bumi hilangIlalang kuyup merintih gamangliuk anginpun malas berdesingMenyerang pulas berhektar gambut ladangBaja hitam menjamah durjasaTak mengindah di mana tanah rindang beradaMenggerus terus bagai rayap kurang adaGergaji dan kapak mengepung pusar bakaDijadikan apa tanahku berpijakHangus merambat kala terik berkhianat galakMeluap-luap hitam pekat menyambar sesakBerlindungpun sia-sia mati dan hidup makhlukAkhirnya akupun tiadaButa merambah murkaKering dan bencana siap menerkaDan tanyaku pada kesejukan bumi di sebelah sanaBagai bermainnya satwa pada hijau pucuk daunBerkeriap bening tetesan embunKabut memeluk desah anginMentari bersinar tersenyum penuh kesanAKU DAN BUMIKUKarya RifaAku...menyeru-nyeru kepadamumenyatakan cinta kepadamumengagung-agungkan namamunyatanya tidakkujual engkau kepada yang berkuasatak peduli dengan anak cucuku kelaktak peduli lagi dengan nasib rakyat,entah makan apa tidakbagiku,yang penting aku kayayang penting aku senangbumi kuhancurkanrupiah demi rupiah kukumpulkanagar kantongku tetap berisisekarang,lihatlah...lihatlah bumi yang nyatanya kucintaikini hancur porak porandaserakakah aku?egokah aku?hutan kutebas,lautan kutimbun,gunung kuratakanhanya demi isi perut agar tidak kelaparantak peduli,berapa banyak derita diluar sanabagiku,hidup adalah kesenangan sebelum mati ditelan bumiBack to list puisi alam tentang kerusakan hutan di Indonesia ↑JASAD RIMBAKarya NadyaIbu yang bumi meratap pasrahLuka sekujur tubuh memerah tanahTatap ayah menghimpun tetes laraMenghiba, menatap rumah rimbaJasad rimba tertidur di ranjang baraTubuhnya tinggal belulang arang jelagaAsap menari iring kemana lidah paling apiMencabik batang-batang semiAngin yang gemuruh membawa sesakBocah riang tersendakBayi-bayi membiru ditetek jarum-jarum suntikNapas hanya menunggu keajaiban vulkanikMereka dalam sakit pecahnya tangan keserakahanMendaur ulang menghalalkan kematianTerkulai nafsu ambisiDari ulah diktator sebagaian kaum berdasiBack to list puisi alam tentang kerusakan hutan di Indonesia ↑Demikianlah kumpulan puisi alam tentang kerusakan hutan di indonesia . Simak/baca juga puisi tentang alam yang lain di blog ini, semoga puisi kerusakan hutan diatas dapat mengugah hati kita semua untuk tetap menjaga alam Sampai jumpa pada tema puisi alam selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Simakbaca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang alam atau puisi lingkungan yang rusak di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung. Menarik Untuk Dibaca Juga:

Puisi tentang kerusakan alam dan lingkungan hidup. Puisi selamat tinggal hutanku. Pengertian hutan menurut para ahli. Hutan ialah suatu kumpulan tumbuhan serta tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yg menempati daerah yang cukup kata tentang hutan inilah tema puisi alam atau puisi lingkungan yang rusak dan puisi tentang kerusakan alam dan lingkungan hidup, yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak untuk kesempatan diketahui Suatu kawasan di anggap hutan apabila kumpulan pepohonan dapat menciptakan iklim dan kondisi lingkungan yang spesial setempat, yg berbeda daripada daerah di tanaman lain dan binʌtang dan beraneka unsur hidup didalamnya serta bagian- bagian yang tak terpisahkan oleh hutan itu sendiri sangat berperan pada aneka macam hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, serta peran penyeimbang lingkungan, dan mencegah timbulnya pemanasan fungsi penyedia air bagi kehidupan. Hutan merupakan salah satu daerah yg sangat penting, hal ini dikarenakan hutan tempat tumbuhnya aneka macam tinggal hutanku berarti hutan telah hilang menjadi kawasan lain, entah perkebunan atau pemukiman atau bahkan pertambangan yang merusak lingkungan menyebabkan tentang keindahan hutan hilang akibat ulah berikut adalah daftar judul puisi tentang kerusakan alam dan lingkungan hidup yang diterbitkan diantaranyaPuisi selamat tinggal hutankuPuisi belantarakuPuisi bumi menangisPuisi ratapan hutanEmpat judul puisi tentang hutan atau puisi alam yang menceritakan tentang kerusakan alam dan tentang lingkungan hidup yang Tentang Kerusakan Alam Dan Puisi Lingkungan Hidup yang RusakLingkungan hidup dalam puisi ini adalah hutan dan alam, dan berkaitan dengan hutan,Berikut adalah puisi tentang hutan yang rusak atau puisi lingkunganku yang untuk lebih jelasnya bagaimana bait-bait puisi hutan atau puisi alam dengan tema puisi lingkungan, disimak saja puisi-puisnya dibawah Selamat Tinggal HutankuHusain IsmailSeribu bayang sesalhadir mengusik malamkumembuat mata sulit terpejammemaksa hati resah gelisahKusesali kisah laluyang membuatku mengenal kamumenyiram dosa di hati sucimenumbuhkan kebencian di dalam diriJiwaku yang suci terlahirkini harus memikul aib karena ulahmulangkah diri ke ambang suciterkecohkan oleh rayumuKehadiranmu disinihanya tinggalkan sesal dan bencihanya memperkenalkan dosa yang tak berampunmenciptakan karma berkesumatKini kuharus mampu merangkakdalam lumpur kehidupan yang hitammerayap..,mencari tempat menepimencari cahaya suciSelamat tinggal bunga hitamkuselamat tinggal kembang kelamkusemoga datang pada hatimuangin kesadaran bersama sinar penerang jalanTiga Raksa,081216,Husain IsmailPUISI BELANTARAKUKarya hilangTak lagi rimbunya terbentangHawa panas pun memanggangBelantaraku punahTak lagi hijaunya indahKering kerontang pun merekahBelantaraku tercabik-cabikTak lagi sejuknya membisikMesin dan keserakahan pun terus mengusikBelantaraku hanyutTak lagi menjulang pohon besarnya berlumutHening, margasatwa pun berhenti menyahutBelantaraku berurai sunyiLagu riangnya perlahan terhentiGemanya redup, isak gersang pun memanaskan wajah bumiPUISI BUMIKU MENANGISKARYA Farhan AryaAlam merintih pedih, menahan kesakitan sang surya bimbang, melangkah pada kebinasaan, hutan gundul kering kerontang, tiada penghuni selain serakan sekali lagi wajah alam terluka, hatinya menjerit, meronta minta welas asih, pada bekunya otak-otak tak berhati, menisankan sebuah keindahan habitat Rab, akankah pelik ini menjadi duka panjang?.Ataukah akan menyegerakan yang harus di masih titik-titik tanda RATAPAN HUTANKarya Ratih MartadisastraAdalah aku melebur bersama laraHidupku teramat sengsaraNamun, aku tak kuasaMelihat ketamakan manusiaHingga aku tertatih dan terus tersakitiAkulah hutan yang tergerogotiOleh tangan-tangan yang hanya memikirkan ego sendiriDemi mengumpulkan pundi-pundiTuhan, mengapa ini terjadi?Kulihat awan tak lagi seputih melatiKabut asap menutupiTiada lagi indahku kiniDimana hati nurani?Mungkinkah telah mati?Tak ada sedikitipun peduliWahai, manusia sadarlah diriJangan biarkan hal ini terus terjadiAtau semua akan matiDemikianlah Puisi tentang kerusakan alam dan lingkungan hidup, puisi selamat tinggal hutanku. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Puisitentang kerusakan alam dan lingkungan hidup. Puisi selamat tinggal hutanku. Pengertian hutan menurut para ahli. Hutan ialah suatu kumpulan tumbuhan serta tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yg menempati daerah yang cukup luas. Kata kata tentang hutan inilah tema puisi alam atau puisi lingkungan yang rusak dan puisi
Puisi dan kata bijak. Puisi tentang kerusakan alam Puisi Lingkungan Alam yang Rusak. Kerusakan alam atau kerusakan lingkungan umumnya terjadi akibat ulah tangan manusia, yang terlalu berlebihan terhadap di ketahui pengertian kerusakan alam adalah rusaknya serta menurunnya fungsi alam lingkungan yang sebagaimana mestinya. sehingga menimbulkan dampak yang negatif terhadap alam serta lingkungan, dan terganggunya ekosistem mahluk kerusakan alam biasa juga diartikan rusaknya lingkungan yang biasanya disebabkan oleh manusia itu sendiri. karena keserahannya terhadap penggundulan hutan sehingga ketika hujan datang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor dan lain berkaitan dengan kata kata alam dan lingkungan puisi alam yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak adalah puisi kerusakan alam puisi lingkungan yang rusak atau puisi tentang lingkungan indonesia yang indah yang semetinya di jaga dari kerusakan, tapi kenyataannya sekarang semesta seolah murka di rusak tangan tangan jahil yang tidak bertanggung berikut ini adalah daftara judul puisi tentang kerusakan alam puisi lingkungan yang rusak dalam puisi tentang lingkungan alam antara lainPuisi kerusakan alamPuisi rimba raya semakin rusakDua judul puisi alam menceritakan tentang kerusakan alam dan lingkung yang rusak, dirangkai dengan kata kata puisi indah dan menarik sehingga menyajikan puisi lingkungan Tentang Kerusakan Alam Puisi Lingkungan yang RusakPuisi alam yang dipublikasikan ini menceritakan tentang alam, tentang keserakahan manusia yang tak memperdulikan pun terkadang melanda jika musim hujan datang. musim kemarau kering melanda, karna tak ada lagi hutan menyimpan persedian dua puisi tentang alam ini menceritakan tentang kerusakan alam karena keserakahan manusia terhadap hutan. Berikut ini puisinya silahkan di simak KERUSAKAN ALAMKarya Ijoel AnderlineDari hutan suara mesin menggetarkanPohonpohon dibabat tanpa ampunSatupersatu tumbang, hutan menjadi rapunRiuh suara burung bernyanyi sirnaMereka tergusur enggan bertandangRindang pohon tempat berpijak hilangGunung dan bukitbukit menjeritSuara mobil tambang berderitMeruntuhkan tanah mencari kasiteritHajat pribadi ditunaikanTanpa memperdulikan lingkunganKerusakan alam pun diabaikanAlam terluka, semesta pun murka,Hujan datang banjir memporakporandaKemarau tiba kering melandaLantas ini tanggung jawab siapaHaruskah terus berdiam tanpa bersuaraSementara petaka mengancam didepan mataMari menjaga surga dunia, alam indonesiaDemi terciptanya ekologi, berbakti pada semestaAgar alam ramah, bersahabat dengan kitaAnderlineBalikpapan 300816 1930PUISI RIMBA RAYA SEMAKIN RUSAKKarya Ijoel AnderlieDahulu rimba raya hijau menawanAneka pohon tumbuh merimbunKokoh menjulang ke puncak awanBerkembang di tanah perʌwanPersedian air tersimpan amanTertahan dalam batang pohon resapanBiarpun kemarau berbulanbulanTakkan terjadi fenomena kekeringanSungguh nyata sebuah karuniaTuhan menciptakan hutan untuk kitaTapi tangantangan jahil nan nistaMerusak rimba raya seisinyaLalu hutan yang luas membentangDitumbuhi pepohonan tinggi menjulangRampak rindang perlahanlahan menghilangBerganti gundul rusak semakin gersangAnderineBalikpapan 290816 1430Demikianlah puisi tentang kerusakan alam dan puisi kerusakan alam. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang alam atau puisi lingkungan yang rusak di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Puisitentang alam selalu punya kesan tersendiri. Baik ketajuban sang penulis puisi dengan alam itu sendiri, maupun rasa gelisah ketika alam sedang marah. Puisi Tentang Alam yang Rusak. Kemana Perginya Alamku yang Lestari? Sering kumelihat hamparan hijau sawah yang beratapkan birunya langit Namun, itu dulu.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. PUISI TEMA ALAMPuisi tema alam adalah puisi yang bersajak tentang berbagai hal yang berkaitan dengan fenomena alam seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, luar angkasa, atau tentang alam yang rusak. Menulis puisi alam merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan ketakjuban terhadap keindahan alam dan segala isinya yang ditujukan sebagai wujud rasa syukur. Berikut ini adalah tiga karya puisi bertema alam ciptaan Berwarna Mataku terpaku Seketika terbit senyum tertahankuAda pelangi disana...Benakku mengagumiKeindahan nyata yang fana ini Bagai lintasan panjang tiada akhirAda pelangi disana...Menghapus gelapnya langit 1 2 3 4 Lihat Puisi Selengkapnya

Saatini sebagian besar rawa gambutnya rusak. Saya berharap pembangunan kawasan perkantoran untuk IKN mendatang dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan supaya alam tidak rusak ucap Vincent. Puisi Tentang Alam Yang Rusak Puisi Sedih Kesedihan merupakan salah satu cabang perasaan yang sangat dalam dari diri manusia sehingga ketika merasakannya kita seolah-olah Ilustrasi alam, sumber inspirasi puisi. Foto PixabayPuisi merupakan karya sastra yang menjadi media untuk menyampaikan pikiran dan perasaan. Menulis puisi sebenarnya cukup mudah, sebab setiap peristiwa yang kita lihat, dengar, dan alami dapat dijadikan inspirasi untuk menulis. Alam menjadi salah satu tema puisi yang banyak ditulis. Sebab alam dengan segala keagungan dan problemanya mampu merangsang emosi dan perasaan, baik yang berupa kekaguman maupun kecemasan. Berikut ini adalah contoh puisi tentang alam yang dihimpun dari berbagai sumber Hamparan Hijau SawahkuPagi ini, matahari belum menampakkan sinarnyaMungkin karena ini masih terlalu pagiTapi, hamparan hijau sawahkuTelah membuat mata ini menikmatinyaBetapa indahnya karunia Sang PenciptaBegitu besar dan tak terhinggaAdalah bukti indah karunia-MuKini, matahari mulai menampakkan wajahnyaSinarnya menyeruak disela-sela daunMenambah cerahnya suasana alam desakuHamparan hijau sawahku adalah anugerah-MuAlam untuk Anak Cucu Kita Penulis Fouren S. Wijayaberkawan dengan kemewahan Dari mana semua kau dapat? Dari hutan yang kau tebang Dari hewan yang kau bunuh yang mau melihat keindahan alam dan masih mau menghirup udara segarIndahnya Alam Negeri IniPenulis Ronny MahariantoKicauan burung terdengar merduMenandakan adanya hari baruIndahnya alam ini membuatku terpakuSeperti dunia hanya untuk mataku sejenakKurentangkan tanganku sejenakSejuk, tenang, senang kurasakanMembuatku seperti melayang kegiranganKekagumanku sulit untuk kupendamPesonanya tak pernah padamDesiran angin yang berirama di pegunungan Tumbuhan yang menari-nari di pegununganBak indahnya taman di surgaKeindahan alam terasa sempurnaMembuat semua orang terpanaMembuat semua orang terkesimaTetapi, kita harus menjaganyaAgar keindahannya takkan pernah sirnaIlustrasi alam. Foto PixabayPegunungan Menjulang tinggi, hijau dan kakuDan kabut selalu membungkusmuSerta awan selalu menyelimutimuTak ada satupun yang membatasimuTermasuk hujan yang tidak sekalipun menggerusmuKala burung bernyanyi menyambut pagiEmbun pagi berkilau tersirat sang mentariPohon-pohon bergoyang seakan menariMemberi harapan dan impian yang tinggiPegunungan yang hijau dan indahOh BumiPenulis Cut Amanda AzzahraMakhluk hidup berkeliaran di sudut-sudut bumi Air laut yang berwarna biru Daratan yang berwarna hijau Gedung-gedung pun menjulang tinggi Sungguh indah dan besar bumi ini Memberi tahu kepada manusia bahwa kau telah rusak tetapi, kenapa bumi masih sanggup menahan ini Manusia tidak memikirkannya Musibah-musibah yang menimpa Kurasa itu mungkin balasan bumi terhadap apa yang dibuat manusia selama ini... Aku berharap Tuhan membukakan pintu hati manusia Aku ingin melihat indahnya dunia ini yang tak pernah kulupakan sampai akhir hayat nanti Puisitentang alam adalah puisi yang bercerita tentang berbagai fenomena di alam, seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, atau tentang alam yang rusak. Source: cerdika.com. Ada banyak sekali destinasi wisata yang rusak dan hancur di tahun 2018. Kumpulan puisi tentang lingkungan hidup yang rusak. Source: contohpantunpuisicerpen.blogspot.co.id
Puisi tentang alam adalah puisi yang bercerita tentang berbagai fenomena di alam, Seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, atau tentang alam yang rusak. Puisi alam biasanya terdiri dari berapa bait. Ada puisi yang hanya terdiri dari 2 bait, tiga bait, empat empat bait dan lima bait. Keindahan alam selalu menjadi pesona bagi manusia. Keindahan alam bisa dilihat dari deburan ombak di Pantai, hamparan laut yang indah, maupun hamparan sawah di pedesaan. Tetapi alam yang rusak bisa menjadi penyebab bala bencana. Seperti bencana banjir ataupun kekeringan. Puisi ini adalah puisi singkat tentang pegunungan. Puisi alam gunung memang selalu ada. Sebab gunung merupakan salah satu inspirasi terciptanya puisi. Tinggi Menjulang Tinggi menjulang dirimu Bagaimana bentuk Awan Kelabu Dari jauh bagai mengambang Indah terpesona semua Insan. Gunung yang sangat tinggi Ingin sekali aku mendaki Pasti kakiku letih Jika tidak terlatih. Hamparan Di Tepi Gunung Angin datang dan berdesir Di pegunungan yang menyisir Diantara hamparan sawah Tempat petani mencari nafkah. Alangkah indah hamparan sawah berkelak-kelok amatlah megah ingin badanku rebah Menikmati segarnya udara. 2. Puisi Tentang Alam Yang Rusak Alam yang indah bisa saja rusak karena ulah manusia. Seperti hutan yang lebar kini menjadi gundul. Sehingga akan mudah terkena banjir. Baca selanjutnya di puisi banjir. Sungaiku Kenapa Kotor? Air sungai terus mengalir Sangat jernih dan bersih Ikan-ikan pun berenang Bermain-main dengan senang. Kenapa Sungai kotor kini Banyak sampah di sana sini Airnya pun menjadi keruh Aromanya menjadi bau. Hutanku Penjaga Desaku Setiap musim hujan tiba Ini hatiku berdebar-debar takut ada datang bencana Ke desa ku walau sebentar. Kini banjir bandang menerjang Karena telah hilang hutan Pohon-pohon banyak ditebang Hujan mencurah banjir pun datang. 3. Puisi Tentang Alam 4 Bait Puisi tentang alam berikut ini merupakan puisi yang terdiri dari 4 bait. Puisi merupakan salah satu karya sastra yang memiliki ciri adanya bait. Rindu Pada Pantai Bait 1 Kepada pantai aku rindu Bermain dengan ombak gelombang Di pasir putih yang berbunyi Bersama camar yang melayang. Biat 2 Kepada perahu Aku rindu Yang berdiam di tepi pantai Milik nelayan yang berburu Ikan-ikan di tengah lautan. Bait 3 Kepada angin yang semilir Aku rindu untuk bermain Menerpa wajah rambutku Sampai datang waktu senja. Bait 4 Kepada Karang yang menjulang Tegar selalu menghalau badai Walau diterpa oleh gelombang Tiada menangis dan berderai. Sawahku Indah Bait 1 Kupandang sawah luas terhampar Di tepi gunung udara segar Di desa ayah bundaku Tempat aku dilahirkan. Bait 2 Sawah indah dipandang mata Warnanya bagai disepuh emas Kurasa bahagia di jiwa Kupandang pandang yang tak mau lepas. Bait 3 Sawah ini begitu indah Semuanya adalah anugerah Dari Tuhan Yang Maha indah Untuk kebahagiaan manusia. Bait 4 Mari jaga indahnya alam Jangan dirusak jangan dibiarkan Jaga terus agar Lestari Agar dinikmati generasi nanti. 4. Puisi Alam 3 Bait Desaku Yang Kucinta Bait 1 Desaku amatlah Permai sawah terbentang luas Tumbuhan semakin hijau Alangkah segar pemandangan. Bait 2 Burung-burung selalu berkicau Di antara pepohonan Bernyanyi riang gembira Di pagi hari menyambut sang surya. Bait 3 Para petani pergi bekerja Ke ladangnya atau ke sawah Memetik sayur dan buah Untuk dijual jauh ke kota. Anak Pantai Bait 1 Bermain aku di tepi pantai Berkejar-kejaran dengan ombak Melihat orang duduk bersantai Menikmati indahnya alam. Bait 2 Perahu terombang ambing Disentuh oleh gelombang Angin datang bersemilir Menyentuh wajah Karang. Bait 3 Berjemur di bawah Mentari Di tepi pantai Aku bekerja Kulit hitam terbakar Tetapi bersyukur aku kepada-Nya. 4. Puisi Alam 2 Bait Langit Membentang Bait 1 Mentari bersinar terang Cahayanya ke Mayapada Langit cerah tak membayang bersih dari awan-awannya. Bait 2 Betapa luas langit membentang Tak tahu aku dimana ujungnya Semua itu ciptaan Tuhan Agar kita mengenal keagungan-Nya. Ombak Di Laut Bait 1 Ombak lautan datang berderai membawa buih di tepi pantai Menerjang batu karang Pulang kembali ke lautan. Bait 2 Ombak lautan selalu datang walau cerah walau membadai Berdebur tiada henti Memecah alam yang sunyi. 5. Puisi Tentang Alam Pedesaan Alam pedesaan selalu Permai. Melihat sawah dan sungai. Kebun kebun tumbuh subur. Sawah dan padi begitu menghibur. Alam Pedesaan Turun Kabut tipis tipis Di waktu pagi di alam desa Segar udara masuk ke dada Rasa damai dan Sentosa. Angin menyentuh pucuk daun menerpa pula pada bunga Alam terlihat amat Permai Mendamaikan segenap jiwa. Anak Gembala Di padang rumput itu Anak Gembala sedang menjaga Mengurus banyak domba-domba Hingga waktu datang senja. Domba bermain dengan riang Memakan rumput segar dan hijau Tak terlihat resah Gelisah Yang ada hanya damai. 6. Puisi Alam Untuk Anak SD Belajar membuat puisi sudah kita mulai ketika duduk di kelas sekolah dasar. Biasanya membuat puisi dengan tema alam, keluarga, ataupun lainnya. Misalnya puisi tentang kunang-kunang atau puisi tentang kupu-kupu. Karena anak-anak akan senang bermain di alam bebas. Puisi Kupu-Kupu Aku lihat kupu-kupu Bermain di taman bunga Sayapnya berwarna biru Dari sini terbang kesana. Kupu-kupu terlihat riang Bermain-main dengan kembang Kesana kemari bagai penari Selalu begitu di pagi hari. Kunang-Kunang Wahai kunang-kunang Dari mana engkau datang Tubuhmu membawa Lampu Menjadikan Malam begitu terang. Kunang-kunang yang ku sayang Ajari diriku Bagaimana terbang Supaya aku bisa ikut denganmu Menjelajah Kesunyian malam. 7. Puisi Alam Indonesia Indonesia merupakan negara yang kaya raya dan juga indah. Indonesia memiliki banyak kekayaan dan keindahan. Mulai dari pantainya, gunung, sawah, dan lautannya. Indonesiaku Indah Indonesiaku amatlah indah Pantai Gunung serta lembah Terhampar luas antero Nusantara Anugerah dari Tuhan Yang Esa. Gunung-gunung tinggi menjulang Sawah-sawah luas terhampar Pantai-pantai begitu indah Lautan membentang tak sudah sudah. Indonesiaku amatlah indah Bagaikan Zamrud Khatulistiwa Kita semua harus menjaga Agar Lestari alam kita. Hutan Pinus Gunung Di hutan pinus di Desaku Ada udara yang begitu segar Membuat diriku selalu rindu Rindu di dada amat bergetar. Hutan pinus melebur rindu yang memanggil jiwaku doaku moga lestari alam indah nan berseri. 8. Puisi Tentang Air Terjun Deras mengalir air jernih jatuh membuncah di bawah suaramu merdu nyanyian alam pecah sunyi penuh kemerduan. Bergeranjas jatuh Dengan cara yang paling Anggun Suaramu menenangkan hati Tarianmu menghias indah. … Sunyi Kau berada ditengah kesepian Jauh dari pemukiman Selalu jadi Kerinduan Dari jiwa setiap Insan Kau mengalir dari jauh Di tempat itu engkau jatuh Dengan suara yang bergemuruh Di kolam kecil engkau berlabuh. 9. Indahnya Alam Lingkungan Kita bisa membuat puisi tentang alam sekitar kita. Tidak harus tentang gunung, pantai, sungai, ataupun lautan. Tetapi kita bisa juga menuliskan puisi tentang alam sekitar kita, seperti pohon, kupu-kupu, lapangan tempat bermain, dan sejenisnya. Berikut ini adalah contoh tentang keindahan alam sekitar. Pohon Tempat Kami Di bawah rindang daun-daun Diantara dahan-dahan Di sana lah kami bermain Bergembira bersama teman. Pohon berdiri telah lama Sebelum kami lahir ke dunia Menemani kita dan cerita Kenangan kami kelak dewasa. Menyusur Sungai Air mengalir padamu Dari hulu hingga Hilir Jauh sekali engkau mengalir. Engkau memberi kehidupan Untuk mengairi persawahan Menyuburkan berbagai tumbuhan Sebagai anugerah Tuhan. 10. Keindahan Alam Pagi Pecah Ketika pagi pecah Langit pun mulai memerah Pantai Cahaya Sang Fajar Pagi hari yang bergetar perlahan-lahan Bangkitlah Surya Menerangi Alam Raya Menyemburatkan cahaya Memberi hangat pada insan manusia. Nyanyian Semesta Dan angin pun bersemilir Menyentuh ujung ilalang Dan iapun menggeletar Menjatuhkan bunga putihnya. Padang ilalang di waktu senja Membawakan sebuah aroma Ketika ditimpa cahaya senja Terlihat betapa indahnya. Alam Ciptaan Tuhan Berkelipan bintang di langit Menghiasi gelap malam Memagari sang Rembulan bintang kecil amat alit. Alangkah indah ciptaan Tuhan Menjadi hiasan bagi Insan Agar bersujud kepada-Nya Mengagungkan seagung-agung-Nya. 11. Kasih Sayang Kepada Alam Telah diberikan keindahan Telah diberikan kemudahan Untuk kita dari alam Sesama makhluk ciptaan Tuhan. Jangan kita menyakiti Biarkan alam tumbuh berseri Kepada makhluk Marilah sayang Agar hidup selalu Harmoni. Kasih Sayang Sesama Manusia Apa gunanya iri dengki Hanya membuat sakit hati Kasih sayang itu lebih utama Bermanfaat di alam sana. Kasih sayang kepada sesama Agar hidup tentram bahagia Tolong menolong menjadi utama Jiwa pun akan merasa Sentosa. 12. Puisi Fenomena Alam Fenomena alam biasanya terjadi di sekitar kita. Contohnya adalah gunung meletus, Gempa bumi, atau banjir yang melanda. Merapi Meletus Suara menggelegar Mengeluarkan awan putih Cuaca menjadi panas Saat engkau berubah ganas. Gunung yang indah kini mengamuk Menakutkan hati manusia Keluar lahar Hawa panas Gunung tenang menjadi garang. Banjir Tak Pernah Usai Di kotaku ini Ada cerita yang tak pernah henti Setiap kali musim penghujan Rumah kami ikut terendam. Hutan-hutan telah habis Pertumbuhan makin terkikis Air hujan tak bisa disimpan Hanya mengalir dan menenggelamkan. Mari kita melestarikan Tanam lagi pepohonan Agar terhindar dari bencana Ketika musim penghujan tiba. . . Gejala alam menandakan adanya sesuatu yang berhubungan dengan manusia. Kadang-kadang manusia tidak menyadari bahwa bencana tersebut karena ulah manusia itu sendiri. Ada orang yang tidak pernah membuang sampah kecuali di sungai. Ada pula yang mengambil keuntungan dari hutan. Oleh karena itu Mari kita jaga kelestarian dan keindahan alami. 13. Bencana Gempa Bumi pun bergetar Rumah-rumah berderak Manusia Limbung Saat bencana gempa Datang dengan tiba-tiba. Jika gempa sudah melanda Rumah mewah bagaikan kertas Runtuh semua seketika Jangan tanah rumahpun rata. Gempa Bumi Jika terjadi gempa bumi Manusia panik karenanya Yang terpikir keselamatan diri Jangan sampai dia celaka. Gempa bumi akan terjadi Semakin banyak di akhir zaman Karena dosa-dosa Insani Yang tak taat kepada Tuhan. 14. Alam Hijau Menikmati Semilir Duduk aku di Gubuk Tua Diantara bentangan sawah Menghijau ia warnai desa Perasaanku begitu Sentosa Alam Hijau di pedesaan Udara segar yang kita rasakan Bersih jauh dari debu debu Harus disyukuri sepanjang waktu. Aku duduk di Gubuk Tua Memandang hijaunya sawah Menikmati angin semilir Memandang sungai kecil yang mengalir. Hijaunya Alamku Alangkah indahnya alam Menghijau luas membentang Di sanalah ada kehidupan Dari dahulu hingga sekarang. Alamku hijau dan Permai Begitu indah dipandang mata Penduduknya merasa damai Menikmati anugerah dari-Nya. 15. Kerusakan Alam Jeritan Alam Hutan-hutanku kau babat Suaku kau penuhi dengan polusi Udaraku kau penuhi dengan polusi. Mengapa Wahai Manusia Engkau rusak diriku ini Padahal segalanya telah kuberikan Dari hasil kekayaan ini. Jagalah Alam Dari lautanku, Engkau mengambil ikan. Dari sawah-sawah ku Engkau mengambil padi. Dari perut perutku, Kau ambil emas pasir dan tembaga Dari bersih udaraku Engkau dengan nafas. 16. Pantun Jelajah Alam Susur Sungai Kususuri dengan kakiku Sungai kecil yang berpasir Dari ketinggian bukit Hingga turun ke tanah lembah. Betapa bahagia didalam jiwa menjelajahi alam ciptaan-Nya Terasa besar Keagungan Tuhan Sedangkan aku seorang hamba. Rindu Hutan Aku rindukan suasana hutan Dengan aromanya yang tak dilupa Suara terdengar dari hewan Memasuki hutan Melalui Jalan Setapak Ditemani burung-burung Serta nyanyian margasatwa. 17. Rindu Alam Aku merindukan lagi menjelajahi Alam Hijau Di suasana desa pada sawah yang berlumpur. Lelah aku melihat tembok Ingin ku lepaskan pandangan Benda langit yang biru Ditemani awan Gemawan. Hujan Di Balik Jendela Setiap kali hujan gerimis Terdengar merdu suaranya Menimpa atap rumah Ketika itu di waktu senja. Aku duduk di balik jendela Menatap gerimis turun ke bumi Di dalam hati ada kehangatan Sebab gerimis adalah anugerah Tuhan. Kutatap sendu pada awan Yang warnanya mulai kelabu Mungkin saja hujan selesai Meninggalkan udara bersih. 18. Kutatap Pelangi Jika gerimis turun berderai Di bawah cahaya matahari Mata hatiku pun berdenyai Melihat warna-warni sang Pelangi. Ia bagaikan mahkota Di bentangan langit begitu indah Warnanya sungguh sangat tertata Menghilangkan segala gundah. 19. Kicau Burung Pagi Hari Kicau burung di pagi hari Amat riang mereka bernyanyi Bermain-main di pucuk Cempaka Menemani datangnya Surya. Burung yang jelita Kulihat engkau begitu bahagia Dalam hidup penuh Kemesraan Engkau terbang bersama teman-teman. 20. Mendung Hitam Sebelum turun hujan Ada pertanda dari alam Awan putih telah berganti Warnanya kini menjadi hitam. Mendung hitam menggelayuti Di pucuk langit di atas bumi Hujan turun sebagai anugerah Menghidupkan tumbuhan Bumi. 21. Sungai Jika aku minta di sungai Kaki Bukit di dekat gunung Hatiku langsung terasa damai Pikiran pun mudah merenung. Dari ketinggian Air mengalir dengan Anggun Mengirim cinta ke sawah-sawah Menyenangkan hati para petani. Sungai Ini begitu dingin Airnya jernih begitu bening Untuk diminum oleh manusia Dijadikan makanan untuk yang lainnya. 23. Alam Pegunungan Di gunung yang tinggi Jalannya berkelok-kelok Jauh sekali. Turun dan mendaki Jalan berkelok Alam yang sunyi. Kabut Kabut turun di pagi hari Bersama embun embun Menyambut cahaya matahari Menerpa daun-daun. Kabut tipis melayah-layah Di antara hutan pinus. Kicau burung terdengar indah Insan terpana bagai terbius. 24. Alam Negeriku Pohon-pohon telah tumbuh Dari zaman dahulu Sebelum lahir kakekku Alam Negeriku begitu kaya Gunung sungai lautan dan lembah Terbentang begitu saja amat indah. 25. Awan-Awan Bertebaran ia di angkasa Menghiasi langit yang biru Kadang putih kadang kelabu Memayungi Bumi Indahku. Awan Gemawan sangat menawan di atas sana selalu mengambang Mengikuti angin kemana Ke selatan ataupun ke Utara. Kadang ia terlihat tipis Di waktu senja yang memerah Kadang Putih saat gerimis Atau saat cuaca cerah. 26. Purnama Bila datang waktu Purnama Kami bermandikan dengan cahaya Berlari-lari di halaman rumah Menikmati Purnama Raya. Di depan rumah itu duduk pula Ayah ibuku Bercerita mereka berdua Sambil memperhatikan kami semua. Saat Purnama tiba hati kami selalu ceria Di tepi sungai rumah kami Tempat terbaik menatap Berkah Apabila pagi pecah Dari kapulasan tidurnya Bagaikan seorang putri Disambut kabut serta embun. Pagi ini pagi yang berkah Ketika angin semilir Dari lautan menuju lembah Mengembara ke mana saja. 27. Embun Pagi Embun telah turun Semenjak malam tadi. Menjadi kabut misteri Tapi menyejukan hari. Embun bening berseri Kepada daun menghampiri Padang rumput rumput di kaki Hilang bila datang Mentari. 28. Ketemukan Embun Pagi Hanya embun pagi Yang aku temui Sebelum datang Mentari Menggantung ia di pucuk daun. Embun hanya di malam hari Untuk menyejukkan alam ini Agar Insan beristirahat Dalam tidur yang lelap. 29. Setetes Embun Walaupun tanah kering kerontang Embun pagi datang menyapa Menetes jatuh ke atas bumi Mengusir duka dan nestapa. Embun bekerja di malam hari Agar segar tanaman Walau tak ada orang memperhatikan Setiap malam ia akan datang. 30. Segar Telah ku jumpai daun daunku, Yang siang tadi hampir layu Kini dia segar kembali Sebab disentuh embun pagi. Bunga bunga ini mekar Daun-daun membuka lebar Saat tersentuh Mentari Embun hilang dan pergi. 31. Puisi Ombak Laut Biru Tiada henti dia berderai Bergelombang dari lautan Datang menyentuh bibir pantai Suara berdebur memecah kesunyian. Pasir Putih menyambut riang Mempersilahkan ombak datang Begitu juga dengan batu karang Bersama camar yang melayang. 32. Pantai Pangandaran Dari dahulu engkau terkenal Dengan ombaknya yang begitu besar Menerjang kapal-kapal nelayan Menggulung buih di tepi pantai. Ombak menari-nari Terpesona mata yang memandang Suaramu sepanjang hari Bagaikan sebuah nyanyian. 33. Puisi Alam Pegunungan Diliputi Kabut tipis Bagaikan tempat penuh misteri Kau terlihat di pagi hari Dampak hilang di waktu siang. Dari jauh engkau terlihat Tumbuh menjulang ke angkasa Meninggalkanmu terasa berat Jatuh cinta pada keindahannya. 34. Pemandangan Pedesaan Terlihat pasangan suami istripem Membawa pikulan menuju sawah Berjalan beriringan mereka berdua Dengan wajah penuh gembira. Hari ini ini hari memanen Padi di sawah sudah menguning Memetik padi sepanjang hari Penuh syukur di dalam hati. 35. Penggembala Domba Jika aku pulang ke desa Aku rindu pada anak gembala Yang membawa kawanan domba Jauh ke ladang mencari makan. Dia sigap mengatur barisan Bagaikan seorang komandan Kadang rebah di rerumputan Sambil menatap kawanan. 36. Pepohonanku Wahai pepohonanku Tetaplah hijau dan tumbuh Memberi naungan kepada kami Menyegarkan udara ini. Daun-daunmu begitu hijau Menyerap panas Mentari Dahan-dahan mau begitu kuat Tempat bermain bagi kami. Wahai pohon Jangan pernah engkau mengering Lindungilah bumi kami Dari bencana bernama banjir. Seraplah air yang mencurah Simpan pada akar-akarmu. Jangan engkau membiarkan Curahan air membuat tenggelam. 37. Alamku Sahabatku Alamku adalah sahabatku Tempat aku berdiam dan tinggal Dia telah banyak memberikan Apa yang aku butuhkan. Jangan hujan nya dia mencurahkan Segenap air yang kami butuhkan Dengan pepohonan yang dia tumbuhkan Kami menghirup kesegaran. Dengan lautan yang dihamparkan Kami berlayar mencari ikan Dengan gunung gunung menjulang Kami buat persawahan. Dengan alam Tuhan memberikan Segalanya yang manusia membutuhkan Agar mereka bersyukur Jangan sampai manusia kufur. Kepada-Nya kita bersujud Merendahkan diri ini Menjadi hamba yang mengerti Keagungan Ilahi Robbi. 38. Alam Yang Murka Sampah-sampah mengotori Sungai-sungai dan lautan Ikan-ikanpun mati oleh racun yang ditumpahkan. Nelayan pun jadi kesusahan Susah mencari ikan Lautan menjadi murka Sebab kelakuan manusia. 39. Dia Kala Senja Berhembus angin dengan kencang Melewati pepohonan Pemandangan semakin indah Saat senja telah tiba. Di senja ini aku berdoa Di senja ini aku bersyukur Di senja ini aku meminta Agar selalu bahagia. 40. Lelah Senja Begitu aku menikmati hari Saat petang akan menjelang Setelah sepanjang hari Lebih raga berpetualang. Telah aku memetik padi Di hamparan sawah yang menguning Semua lelah telah terbayar Jangan yang kudapat saat ini. 41. Padang Rumput Dan angin pun berhembus kencang Menerpa wajah rumputan Berkelana jauh dari lautan Mengembara sepanjang zaman. Aku titip sepenggal asa Atau jiwa yang terluka Pada angin dan pada senja Yang mengembara ke Mayapada. 42. Puncak Gunung Dari puncak ini Ku temukan kedamaian diri. Ada bentangan alam yang begitu sunyi Puncak gunung yang amat tinggi. Terasa diri amat kecil Di antara langit dan bumi Siapalah diriku ini Tak pantas untuk menyombongkan diri. 43. Bencana Asap Asap telah menjadi kabut Kamu telah mengotori Sesak nafas nafas kami karena hutan terbakar api. Hutan telah mereka musnahkan Jangan panasnya api Ambisi Asap melanda kepada kami Dipicu orang-orang berdasi. Margasatwa banyak yang mati Pembakaran ini membawa rugi Paru-paru kami rusak Hidup semakin terbelangsak. 44. Bumi Indah Perlahan-lahan senja pulang Dibawa oleh cahaya mentari Berganti dengan malam yang kelam Alam pun semakin sunyi. Aku ingin melihat bintang Yang selalu datang ketika malam Juga bersama Rembulan Cahayanya sejuk membahagiakan. Senja memang selalu indah Malam juga tak pernah kalah Ketika pagi pecah Bumi kita tetaplah indah. 45. Hamparan Pasir Di bibir pantai Aku memejamkan mataku Melepaskan lelah dan letih lelah jiwa menggerogoti. Terjatuh aku di pasir putih Maka kurebahkan tubuhku ini Menatap langit Berawan putih. Kadang Camar melayang-layang Turun ia mengail ikan Begitu indah lukisan alam Syahdunya tak tergantikan. Embusan angin begitu sejuk Samar-samar ombak berdebur Angin pun datang membelai Melepaskan segala resahku. 46. Bukit Anak kecil si penggembala Ia Merebahkan tubuhnya Di atas rerumputan Yang bersanding dengan ilalang. Kadang matanya terpejam Untuk melepas segala lelah Menikmati hembusan alam Terbawa mimpi yang sangat indah. Di atas bukit yang amat tinggi Ia labuhkan semua harapan Bahwa tak lama lagi Kerjanya akan memberi kekayaan. 47. Menunggu Purnama Tahukah Engkau wahai Rembulan Aku menunggumu menjadi Purnama Agar cahayamu kumandikan Keseluruh Raga di malam kelam. Tahukah Engkau wahai Rembulan Menatapmu membuka kenangan Di masa kecil dahulu Ketika aku ingin terbang kepadamu. Engkau selalu indah Dengan sejuknya cahaya Akupun tak pernah jemu Menatapmu sepanjang waktu. 48. Dari Hamparan Langit Dari hamparan langit Dari celah-celah awan Turun jatuh ke wajah bumi Dengan cara yang menawan. Engkau meresap ke dalam Bumi Membasahi akar-akar Mengusir debu-debu kemarau Yang memecah tanah sawah. Jika Tuhan telah mengirimkan Hujan yang turun di musimnya Pertanda tanah akan menghijau Kembali hidupkan bumi. 49. Puisi Alam Pantai Yang Indah Laut mendadak ramai Saat manusia pergi ke pantai Bermain-main dengan riang Dibawah Mentari bercahaya terang. Laut telah mengirimkan Ombaknya yang bergunung-gunung Hingga pecah di tepi pantai Memberi makna beribu-ribu. 50. Pantai di pagi hari Kala Mentari terbit Di ufuk timur yang jauh Kulihat kabut kabut lembut Di antara ombak berdebur. Burung-burung bernyanyi riang Menyambut Mentari di ujung sana Anginpun mulai bertiup kencang Menandakan datangnya kehidupan. Ombak mulai berkejar-kejaran Berlomba menuju Karang Kadang menyapu perahu di tepi Membuatnya bergoyang-goyang. 51. Oh Laut Oh laut Deburmu aku rindukan Gelombang aku nantikan Gemuruhmu aku puisikan. Oh laut Anginmu menenangkan Birumu melapangkan Pasirmu membahagiakan. Oh Laut Aku rindu kepadamu Rindu itu membawaku pada kerinduan pada Pencipta-Mu. Puisi Kampung Halamanku 52. Rumahku Di Tepi Sungai Teringat kampung halaman rumahku di tepi sungai banyak sekali pepohonan mengusik kerinduan. Sampan-sampan terapung di sungaiku jauh di kampung anak-anak pandai berdayung bermain hingga petang. Bangau-bangau terlihat terbang ke sarangnya mereka pulang di antara langit yang memerah sebab telah datang senja. Walau pergi jauh merantau kampung halaman selalu terkenang terkenang pula pada surau tempat mengaji bersama teman. 53. Permainya Kampung Halaman Gunung tinggi menjulang sawah luas terhampar suasana selalu damai ladang terlihat amat permai. di sanalah aku dilahirkan besar dalam buaian bersama ibu tercinta dihangatkan kasih ayah. biarpun jauh aku pergi kampung halaman tak terlupa rindu ini menggebu di hati kadang memberi rasa nestapa. moga kampungku selalu damai bagaikan semilir anginnya semoga kampungku selalu permai bagaikan gemericik airnya. 54. ALAM DESA Bukit di atas tanah Tertutup kabut tipis Hawa sejuk mentari cerah Padang rumput menghijau manis Gemericik air di sungai terdengar halus Halimun pagi menetes teduh Air terjun mengguruh deru Melaju membiru pantai Sejuk asin hangat pesisir Menerangi panorama desa Mewarnai guratan alam Mencipta indah alam desa 55. Pantaiku Kampung Halamanku Di kampung halamanku berjajar banyak perahu Di sanalah aku bermain bersama ombak lautan. Di kampung halamanku orang-orang jadi nelayan berangkat ke lautan tanpa takut diterjang gelombang. aku adalah anak pantai bermain di bawah matahari kulitku hitam legam menerjang ombak berderai. 56. Bunga-Bunga Mekar Di kebunku yang sederhana telah mekar sekuntum kembang dari ranting-ranting bunga datang kupu juga kumbang. indah sudah kembang berseri mekar di musim yang bersemi kucintai sepenuh hati kusiram setiap hari. Puisi tentang alam merupakan puisi yang paling banyak dibuat. Selain puisi cinta. Semoga dengan kumpulan puisi alam ini bisa memberi inspirasi kepadamu. Di bawah ini masih banyak lagi puisi lainnya. Semoga memberi manfaat untuk kamu semua. Jangan lupa untuk membaca puisi-puisi lainnya. Sekarang saatnya kamu membuat puisi sendiri. Referensi -
20Puisi KERUSAKAN Alam Indonesia: Akibat Ulah Manusia. pohon ku habis ditebang. Kini telah rusak. Bentangan alam begitu indah. Gunung gunungnya yang terhampar. Atau sawahnya yang lebar. Begitu pula dengan pantai dan lautan. Dengan lembah dan lereng-lereng nya. Semuanya tampak begitu cantik.
Ilustrasi puisi tentang alam. Foto. dok. David Klein Puisi tentang Alam Singkat tentang Keindahan LingkunganIlustrasi puisi tentang alam. Foto. dok. Thought Catalog asap membumbung tinggiputih bagai salju abaditerbang mengambang dihembus anginciptakan pemandangan nan elok asrigunung gunung berapikau laksana pilar pertiwiberdiri megah bagai perwiramenjaga tanah air yang kaya rayaBelum tampak mendung merenung bumiSeberkas haru larut terbalut kalut dan takutTerpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rinduHangatkan dahaga raga yang sendu merayuBulan tak ingin membawa tertawa manjaKala waktu enggan berkawan pada hariSaat bintang bersembunyi sunyi sendiriTerhapus awan gelap melahap habis langitBulan memudar cantik menarik pada jiwa iniHitam memang menang menyerang terangTetapi mekar fajar bersama mentari akan menariBersama untaian senandung salam alam angin berhembus sepoi-sepoiMenyentuh pada nyiur yang hijauAngin datang dari lautanMengembara ke sisi pantaiNyiur hijau selalu indahmenghiasi alam pantaiPohon yang berdiri menjulangSeolah menyambut perahu puisi tentang alam. Foto. dok. Laura Chouette indahnya negeri iniLaut yang berombak ombakLereng yang bertingkat-tingkatangin berhembus sepoi-sepoiBerdiri aku di tepi pantaiDi bawah langit yang membentangMerasakan Negeri keindahanIndonesia yang ku sayangIndonesia negeri khatulistiwaBeribu nikmat di dalamnyaPemberian dari Tuhan Yang EsaAgar bersyukur kita suka hujansejak langit abu abu menjadi hitam gelapsampai titik titik air mulai jatuhah indahnyaketika orang sedih kehujananaku tersenyum senang menikmati hujanduduk di pinggir jendela busmemandang kaca bus yang berembunalangkah indahnyabetapa ajaibnya peristiwa alamtuhan maha bergulung gulung memecah pantainyiur hijau melambai lambaiburung burung camar beterbangan di angkasasemua sungguh memesonaIaut biru bergelombanglumba lumba berloncat loncatansungguh tak dapat kuungkapkanbetapa besar keagungan Tuhan
Bagaimanacerita lengka puisi kritikan terhadapa alam yang rusak dalam bait puisi palung semesta yang dipublikasikan berka puisi, apakah bercerita seperti puisi bumiku menangis atau puisi alamku telah rusak atau berkisah seperti cerita puisi tentang menjaga alam. Untuk lebih jelasnya puisi kritik untuk alam yang rusak disimak saja puisi
– Hai apa kabar? Kini kita akan menyajikan beberapa kumpulan puisi puisi tentang kerusakan alam. Umumnya kerusakan alam disebabkan oleh manusia yang tak bertanggung jawab. Sudah banyak terjadi kerusakan alam yang hingga pada akhirnya menjadi bencana alam. Contohnya adalah penabangan hutan secara liar dan membabi buta, sehingga menyebabkan banjir di mana-mana. Daftar Isi Puisi Tentang Kerusakan Alam Alamku Telah Rusak Bumi Menjerit Keramahan Alam Hilang Tanpa Judul Kami Meminta Maaf Jeritan Nyawa Ketidakpedulian manusia pun mulai menyusut. Inilah bentuk kerusakan alam yang terjadi karena ulah manusia sendiri. Alamku Telah Rusak Dulu jernih sungaiku Kini kotor sudah Dulu tinggi pohon pohonku Kini habis sudah Dulu cantik karangku Kini buruk sudah Kini sudah rusak alamku Karena tangan manusia Karena nafkah Lupa akan alam Bagaimana dengan cucuku? Egois merenggut kita semua Maafkan kami Tuhan Damainya alam yang kau titipkan Kini rusak Bumi Menjerit Aku memahami dalam hening Ronta nusantara Birahi serakah tertahan Tanpa sejuk, tanpa tenang Raja tetaplah raja Budak tetaplah budak Tanpa dipinta, bumiku hancur Ribuan nyawa tertelan murkanya Ego mengalahkan, hilang jawaban Tanpa kata tanpa frasa Entah teratasi atau tidak Pekik manusia merentah tangis Bahana Derita saling sambut bersama derunya angin Bumiku rusak Tempat berlindung, tempat hidup Dengar, Mengikis harapan menjadi jeritan nyawa Tangisan alam Di atas puasnya manusia tak kuasa melawan getir Mulut, mata, telinga tak berfungsi Kita perusak, dan tanpa sadar Keramahan Alam Hilang Tandus Tandus alamku Hijau dan lestari hanya belaka Punah dan mati menggantikan Tak lagi ramah alamku Keindahan hanya fiksi Menjajah dan menjarah mulai populer Ketentraman Ketentraman sudah tiada Tangan-tangan serakah merusak Alam terajam Hilang, lenyap, punah sudah Tanpa iba Entah siapa? Kenapa? Perang dimulai Makian dan cacian adalah tradisi Kebencian merajalela Pembunuhan, pertumpahan darah, mulai membanjiri Celaan sungguh Bukan salah alam Bukan salah bumi Lalu siapa yang salah? Kemakmuran alam yang seharusnya dijaga Kebaikan sudah tak tertebar Habis sudah dibabat Kekejaman pun belingsatan Kejam sungguh Tak mampu melawan Tak mampu dendam Tak mampu berontak Mereka hanya diam Menunggu murka Tuhan Tangan-tangan serakah Perusak bumiku Tanpa Judul Serpihan dan pecahan kaca terbakar Terlempar ke rumput, bubuhan koran Tebangan pohon, beton tertuang Lingkungan menyertai Makanan bersama racun Minyak mentah terisi pada samudera Malapetaka dan mengerikan ada di laut Inilah makanan kita Asap kuning keluar dari gedung gedung besi Gas kaustik dan bahan bakar keluar dari baja Tempat yang sepi adalah kehancuran Inilah napas kita Harus ada seseorang yang bertindak dan memulai Meningkatkan kesadaran Dan mengindahkan masalah Karena hidup telah dipertaruhkan Kami Meminta Maaf Indah adalah masa lalu Udara segarmu adalah kenangan Hangatnya sinar matahari adalah dulu Kini berubah Tanpa peduli Sibuk dengan dunia Kami meminta maaf Karena kami hanya bagian dari alam Jeritan Nyawa Rasakan perih ini Lihat air mata ini Sahabat kami telah hancur Akan nafsumu Kini kemarahannya memuncak Bosan dengan semua Berontak dengan laku kita Entah siapa yang melakukan Hanya pahit yang terasa Kaumu, golonganmu, hartamu, di pikiranmu Tak pernah terbesit tentang kami Saudaramu yang sebangsa Banyak dana yang terkumpul untuk kami Tapi di mana? Banyak sekali Di mana? Apa pesawat menjatuhkannya? Kami pun kekurangan dan lemah di sini Atau di kantong mereka? Tanpa rasa iba di dalam hatinya Rasakanlah Hargailah kami Sebagai saudaramu Indonesia Daftar Isi Puisi Tentang Kerusakan Alam Alamku Telah RusakBumi MenjeritKeramahan Alam HilangTanpa JudulKami Meminta MaafJeritan Nyawa
Salahsatu contoh puisi bertema hutan yang bisa menjadi sumber inspirasi: hutan yang malang. Pengarang: Jehan Sri Handani Sangat berani dan tanpa hati nurani. dia tidak melihat. Banyak orang sakit. Dan mati. Udara rusak. Bumi menjadi tandus. Banjir melanda kota. Oh kamu kurang beruntung Contoh puisi pendek tentang kehidupan, alam, cinta
Puisi tentang Kerusakan Alam yang Menyayat Hati, Foto Unsplash/Henrique MalagutiKerusakan alam adalah hal yang tidak diinginkan. Namun, ironisnya, manusialah yang kerap kali menjadi penyebab kerusakan tersebut. Karenanya, yuk, simak 5 puisi tentang kerusakan alam yang menyayat hati agar kita dapat melakukan refleksi diri!Dikutip dari Etika lingkungan hidup, A. Sonny Keraf 2010169, Tuhan menciptakan alam dengan peranannya masing-masing dan manusia adalah bagian di dalamnya. Oleh sebab itu, manusia harus ikut andil dan bertanggung jawab dalam tentang Kerusakan Alam yang Menyayat HatiPuisi tentang Kerusakan Alam yang Menyayat Hati, Foto Unsplash/Prabu PanjiBerikut adalah 5 puisi tentang kerusakan alam yang akan membuat kamu berpikir dua kali sebelum bertindak, sebab banyak tindakan yang dianggap remeh dapat menjadi penyebab rusaknya alam yang kita Pesan dari LangitMalam ini aku mendengar pesan dari langitMengapa manusia suka sekali bersungut-sungut? Aku hanya bom waktu yang menumpahkan takdir Seharusnya hujan datang dengan damai Memuntahkan cairan untuk diserap oleh tanah Terbawa dan kembali bermuara Namun ini yang terjadi Ia tak dapat menemukan jalan menuju selokan Tersandung dan terjerembap di sisi botol dan bungkus plastik Membuncah dan meninggi tanpa kendali Menenggelamkan kaki-kaki yang berlari panik Seraya menjerit mengapa jadi begini?Tak ada yang dapat menjawab Selain kau dan kehendak yang kerap salah kau letakkan2. ApiSudah tiga hari aku dan ayahku pergi berkemah Di dalam sebuah hutan yang senyap Tiada kicau burung maupun auman serigala Tiada desis ular maupun jejak kelinci hutanHari itu aku bertanya pada Ayah mengapa aku begitu sesak? Pohon-pohon menjulang, namun tiada satu pun hijau terlihat Ayah tak menjawab, hanya menyulut korek api pada sebuah ranting kering Saat itu aku tahu jawabannyaSemua telah dihancurkan oleh api dan tangan-tangan yang berdosa3. Dunia Bawah LautJika bencana datang, sesungguhnya manusia sangat beruntung Helikopter akan berkejaran di langit Menurunkan bantuan atas alasan kemanusiaan Berkardus-kardus makanan diantarkan Selimut dan baju ditumpuk dan diserahkanTak ada yang seberuntung manusia Termasuk dunia bawah laut yang keruh dan mematikan Ikan-ikan menyiksa insang mereka Terumbu karang melepas keindahannya Hanya keruh yang mengelilingi, tanpa dapat membela diriSiapa yang akan menolong mereka?4. Mengulang WaktuManusia suka sekali berandai-andai Tenggelam dalam penyesalan tak berujung “Andai saja ketika itu, aku.” Udara tak sanggup menampung angan-angan merekaDi pinggir sebuah kota Pria tua menyulut rokok dan menghempaskannya Di sisinya seorang wanita membakar sampah Anaknya minum teh di sebuah plastik kemasan Kemudian melemparnya ke jalananBeberapa meter dari sana, seorang bapak membawa sebilah kapak Berangkat naik sebuah mobil bak dengan asap knalpot membumbung Memangkas pepohonan bersama kawanannya Kemudian pulang tanpa menyimpan rasa bersalah“Andai saja ketika itu, aku.” Kau tak lagi bisa berandai-andai Karena waktu tak mungkin mengulang dirinya5. ReparasiTak semua dapat direparasi Yang terluka kerap tak dapat menyesap darahnya Orang-orang dan hewan-hewan mati tak dapat kembali Kenangan buruk akan selalu punya tempat di hatiTak ada yang lebih baik dibanding reparasi diri Menambal dan mengulang cara berpikir Membenahi tangan-tangan dalam bertindak Memahami apa yang benar dan salahAda beberapa hal yang dapat direparasi Kau dan caramu memperlakukan alamItulah 5 puisi tentang kerusakan alam yang menyayat hati dan penuh pesan tersirat. Semoga kamu dapat menangkap makna yang ada di dalam puisi-puisi di atas, ya. Yuk, kita jaga alam bersama-sama agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan! malika
siapayang mungkin akan salah makan dan siapa pula yang akan mau makan jangan sampai yang dimakan tak makan jangan sampai yang makan dimakan cermatilah makanannya nafsu dan makanannya qalbu kenalilah makanannya badan dan makanannya setan (rencana merinci makanan, 2022) Puisi yang secara implisit berisi enam rincian judul puisi tentang rencana Puisi Tentang Lingkungan HidupSajak PohonAirSawahMentariAnginBumi PertiwiPuisi Tentang Keindahan LingkunganPadang IlalangHutanLautBungaMalamPagiPuisi Tentang Kerusakan LingkunganKekeringanBanjirTanah LongsorBencana AlamTsunami Puisi Tentang Lingkungan – Banyak macam jenis puisi salah satunya puisi lingkungan hidup yang merupakan puisi yang berisi syair mengenai kondisi lingkungan yang ada di sekitar kita. Dalam puisi lingkungan mengajarkan untuk lebih mencintai lingkungan. Dan juga berisi sindiran-sindiran kepada pihak-pihak yang sering mengabaikannya. Di bawah ini akan disajikan beberapa contoh puisi yang berisi tentang lingkungan Source Kondisi lingkungan hidup di sekitar kita memang tak jarang dapat menjadi inspirasi sebuah karya. Tak terkecuali puisi. Berikut adalah beberapa contoh-contoh puisi tentang lingkungan hidup yang bisa dijadikan referensi. Sajak Pohon Engkau selalu memberi Tak perduli siapapun yang berteduh dibawah daun-daun rimbunmu Tak peduli siapapun yang memetik buah-buahanmu yang manis Tak peduli siapapun yang bersandar di batang-batangmu yang kokoh Entah itu si miskin, si kaya, si jahat atau si baik hati Tegak kau berdiri senantiasa menaungi Kau bagai pasak-pasak yang menjulang tinggi, kau tiada menyebar benci Walau banyak yang mencabut paksa akar-akarmu, walau banyak yang memotong dahan-dahanmu, walau banyak yang merampas tempat tinggalmu Kau tetap berbaik hati Menyimpankan air-air kami sehingga kami masih bisa minum Menjernihkan udara kami sehingga kami masih bisa bernafas Menjadi rumah-rumah yang teduh sebagai tempat kami berlindung Kau bagai permadani hijau di puncak bukit, kau selalu menari menyambut angin Kau adalah hadiah dari Ilahi yang tak bisa diganti Air Belajarlah dari air, yang tanpanya tak kan ada yang bertahan Belajarlah dari air, yang kedatangannya selalu ditunggu di musim kemarau Belajarlah dari air, yang menyimpan hal berharga dalam ketenangan Belajarlah dari air, yang menghantarkan peradaban Belajarlah dari air, yang menyegarkan dalam kehausan Belajarlah dari air, yang mampu mengalahkan kerasnya batu dalam kesabaran Belajarlah dari air, yang memunculkan kemarahan saat sudah benar-benar keterlaluan Belajarlah dari air, yang menyusuri hutan, mengaliri lembah, melintasi gurun dan terjatuh dari tebing namun tetap berani menjejak setiap jengkal kehidupan. Sawah Kau bangun di awal hari, sebelum muncul mentari pagi, sebelum kokok ayam jantan pertama berbunyi Kau mempersiapkan segalanya, untuk pekerjaanmu pagi ini Cangkul di tangan kanan, rantang nasi di kiri Kau pergi menemui dewi sri Ia menari-nari menyambut belaian angin Kau terpukau oleh hamparan permadani, hijau berseri-seri Lalu kau berbisik sendiri, elok nian kau dewi’ Tanpa sadar petak-petakmu berkurang, hamparan sawahmu mulai menghilang Berganti gedung gilang-gemilang Kau berang, orang-orang berang, semua menjadi berang Impianmu ikut terbang Mentari Mentari, kau adalah bola panas yang berpijar Mentari, kau menghangatkan bumi yang dingin, kau menghangatkan kehidupan Kau datang setiap hari tak perduli mereka siap atau tidak, Kemunculanmu adalah suatu ketetapan Kadang, sengatanmu tak tertahankan, membuat bumi kering kerontang Mentari, kau dicari dan dihindari Kau menyinari siang, lalu tenggelam dalam malam Fajar dan senja adalah nama indahmu yang lain, kesukaan banyak orang Mentari, tanpamu bumi gelap, tanpamu tak kan ada kehidupan Angin Siapa yang tak mengenal angin? Ratusan puisi dibuat untuknya, ribuan salam dititipkan padanya Dia menempati semua ruang bumi, dia menyapa segalanya Dia membuat daun-daun melambai, dia membuat ilalang menari Dia suka memainkan anak rambut kami Dia selalu ada, dia selalu menemani tak perduli apapun yang terjadi Angin tak terlihat, tapi bisa dirasakan, angin selalu bergerak tak ada bosan-bosan Angin timur membawa kabar, angin barat si pembawa hujan akan segera datang Angin meniup lembah, angin berbisik pada gurun, angin menjelajah segala penjuru Angin menerbangkan mimpi-mimpi, angina membawa doa-doa, angina membawa harapan Angin membelai, angin tak mau terikat, ia bebas dan lepas Bumi Pertiwi Disini aku berdiri, di atas bumi pertiwi Tongkat kayu bersemi, padi menghampar disana-sini Air mengalir beriak-riak, udara lembut membelai-belai Semua sejahtera dan damai, pergi semua sepi, pergi semua benci Tak ada lagi sedih hati, tak ada lagi yang menjerit ngeri, tak ada lagi resah menghantui Seketika menjelang pagi, serbuan kenyataan datang menghampiri, lalu ku tertawakan diri ini, ah aku terbuai mimpi-mimpi Bumi pertiwi, Ia permadani hijau berseri-seri, tapi koyak disana-sini, batinku terluka lagi Puisi Tentang Keindahan Lingkungan Source Pada saat kita melihat keindahan lingkungan, tentunya dapat menjadi inspirasi untuk menulis puisi. Berikut adalah contoh dari puisi tentang lingkungan dan keindahan yang menyertainya Padang Ilalang Sangat jauh kakiku melangkah tak tentu arah Meninggalkan jejak-jejak di tanah yang tersapu angin karena merekah Ku langkahkan kakiku lebih cepat, nun disana kulemparkan pandangan, yah tempat yang indah Padang rumput tinggi nan luas bergoyang-goyang lemah Kuhampiri tempat itu walau kulitku tergesek daun-daunnya hingga memerah Aku berjengit pasrah, tak akan menyerah Terus kusibakkan hingga sampai pada pohon kecil ditengah-tengah Aku menengadah menghadap tuhan dengan serah Hutan Tersebutlah kerajaan hutan, pohon-pohon gagah berbarisan Taman bunga indah menawan, hunian para peri yang rupawan Sang raja sangat dermawan, rakyatnya hidup berkecukupan Suatu hari datang penjelajah hutan, ia tersesat dari rombongan, wajahnya nampak kelelahan Rotan tua tak tega sang penjelajah kehausan, merelakan dahannya ditebas belati tajam demi mendapatkan air minuman Rotan menghantarnya sampai di muka kerajaan Kepada sang penjelajah hutan sang raja berpesan agar jangan mengambil intan berlian Namun sang penjelajah berkhianat, ia menceritakan kepada kawan-kawan perihal kerajaan hutan Mereka memburu hewan-hewan, membabat rotan dan kawan-kawan Bahu membahu mengeruk lahan, namun intan tak jua ditemukan Para peri pergi meninggalkan hutan Kepada sang penjelajah raja mengungkapkan kekecewaan, tak ada intan apalagi berlian Intan dan berlian adalah hutan, yang sudah dimusnahkan Laut Biru hamparannya, segala tempat terlihat sama sejauh pandangan mata Di dalamnya tersimpan berjuta-juta cerita, ikan-ikan dan permata Perjumpaan dan perpisahan tiada jeda setiap waktunya Perahu dan sampan melaju di atasnya Laut menghubungkan penjuru dunia Tempat perebutan harta dan nyawa Tempat mengalirnya doa-doa Laut segala muara Bunga Taman bunga berwarna warni, segar nan elok dipandang mata Kupu-kupu dan kumbang menari-nari mengelilingi kelopaknya Mawr merah penuh cinta menyala-nyala Pink tersipu-sipu romansa masa muda Si putih suci tak bernoda Bunga kuning untuk sahabat tercinta Orange yang penuh semangat dan ceria Biru dengan ketenangannya Hijau yang menyejukkan jiwa Ungu tak kalah mempesona Malam Apabila malam telah menjelang, lepaskan penat yang mendera Apabila gelap telah merayap, sang bintang akan memunculkan sinarnya Apabila keriuhan berubah sepi, purnama menjadi obatnya Apabila matahari telah tenggelam, jangan lupa memanjatkan doa Apabila malam terasa panjang, jangan terlena olehnya Pagi Sejuk udara di pagi hari, burung-burung berkeciap nyaring Riuh kokok ayam jantan bersahut-sahutan, menandakan pagi telah menjelang Sang mentari mulai mengintip malu-malu dibalik punggung bukit Bumi terasa hidup, dengan semangat meletup Ibu-ibu memasak, para ayah mencari nafkah, anak-anak menuntut ilmu, pemuda mencari kerja Setiap pagi selalu baru, setiap pagi selalu seru Puisi Tentang Kerusakan Lingkungan Akhir-akhir ini sering kita temukan kondisi lingkungan yang rusak. Untuk mengekspresikan betapa menyedihkannya lingkungan yang rusak dapat dengan menulis puisi. Berikut adalah beberapa contoh puisi tentang lingkungan yang rusak yang bisa dijadikan referensi. Kekeringan Kemarau menjelang, bumi kering kerontang Aliran air menguap hilang Matahari terang-benderang, tak ada awan bergelantungan Tanaman mati, pohon kering berdiri nyalang Akibat banyak hutan ditebang Banjir Dulu dia sahabat, dulu dia sumber kehidupan Dulu dia damai dan sejuk, dulu dia tenang menawan Dulu dia jernih, dulu dia menyegarkan Kini ia marah besar, menarik segalanya untuk dihanyutkan Kini ia kecewa, melepaskan segala kekesalan tak terperikan Kini ia membenci, karena ulah tangan-tangan Tanah Longsor Suara gemuruh menderu-deru Ku pikir itu kendaraan yang berlalu Namun orang-orang mulai berteriak pilu Kulihat tanah melaju, menuruni bukit-bukit biru Ia menerjang apapun, menimbun semuanya seakan tak mau tahu Ia menimbun semuanya, menjadi serpihan debu Bencana Alam Bencana sering datang menghampiri, di bumi ibu pertiwi Gempa tsunami tak henti henti, namun kau tetap harus berani Harta bendamu hilang, teman-temanmu pergi, keluargamu lenyap Kau mencoba tetap tegar di segala gempuran, kau tetap berdiri meski terluka Kau mempercayai takdir yang Kuasa atas segala-galanya Kau berusaha sekuat tenaga, agar hidupmu tetap berjalan semestinya Memang semua hilang, memang semua pergi, memang semua lenyap, namun semangatmu tak akan sirna Tsunami Lautku yang tenang seketika bergolak Lautku yang bersahabat sedang mengamuk Lautku yang memberikan ikan mengambil milikku berarak-arak Lautku yang biru menjadi buruk Lautku tenanglah jangan merajuk Demikianlah beberapa kumpulan puisi tentang lingkungan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dengan cara menulis puisi tentang lingkungan kita dapat menumbuhkan kesadaran orang-orang untuk menjaga dan mencintai lingkungan di sekitarnya. 0
Puisitentang alam yang rusak bertambah panasnya dunia inisemakin tak terasa sejuknya anginsemakin tak terdengarnya kicauan nyanyian alamsemakin hilang jernihnya air sungaihanya keringat manusia serakah yang sering menetes dibumidan semakin keringnya tanah yang dia pijaktak ada lagi pohon yang tumbuh, hanya gedung yang sanggup bertahan saat inikemana manusia yang dulu merindukan
Puisi palung semesta adalah rangkaian kata kata puisi kritik untuk alam yang rusak dan puisi kerusakan alam dirang dengan cerita puisi tentang alam dan manusia menjelaskan kerusakan alam akibat ulah tangan cerita lengka puisi kritikan terhadapa alam yang rusak dalam bait puisi palung semesta yang dipublikasikan berka puisi, apakah bercerita seperti puisi bumiku menangis atau puisi alamku telah rusak atau berkisah seperti cerita puisi tentang menjaga lebih jelasnya puisi kritik untuk alam yang rusak disimak saja puisi berjudul palung jiwa dibawah ini agar mengerti arti puisi dan SEMESTAOleh Panji BhuanaTanah-tanah tandusLadang dan huma tergerusSawah-sawah tak terurusPemilik berbeda statusPohon-pohon meranggasRanting-ranting berderak lepasBadai topan menghempasTersisa hanya bekasMulut-mulut mengangaKelaparan membuka belangaJejak tiada tenagaSelaksa luka terbeli hargaPikiran-pikiran meresahBumipun turun gelisahLangit memendam marahLautan geram membasahGap-gap mengangakan palung dalamLarut kedamaian suramBenak menyimpan sekamSebentar lagi lengkap sudah hari menjelang malamDidalam kegelapanTak bisa lagi membedakanMana lawan mana kawanAdu domba merusak persatuanSenoktah misbahPancarkanlah dalam selaksa arahSadarilah sebelum bumi merekahTunduk sujud kepada AllaahBekasi, 10 Juni 2020 .