☃️ Pertanyaan Tentang Asas Bimbingan Konseling

Perhatikanaspek-aspek pada kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok di bawah ini. UNTUK SOAL NOMOR 1 SAMPAI DENGAN 60 PILIHLAH SATU JAWABAN YA. 24 Contoh Soal Bimbingan Konseling Dan Jawabannya. Kemdikbud juga memberikan modul yang bisa dipelajari oleh guru BK serta soal-soal latihan tes PPPK BK. Apa itu bimbingan kelompok? Bagaimana prinsip kegiatan konseling yang dilakukan pada bimbingan kelompok pada anak didik di sekolah? Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan yang memanfaatkan dinamika kelompok yang saling berinteraksi satu sama lainnya seperti memberikan kritik, ide, pendapat, solusi dan sebagainya. Jumlah anggota BK tidak dibatasi, dan disesuaikan dengan kemampuan masing masing peserta didik. Berbagai tahapan dalam pelaksanaannya juga berdasarkan intruksi dari tenaga pendidik. Aktivitas bimbingan kelompok ini bertujuan untuk menangani sejumlah permasalahan dalam proses belajar. Masalah yang sering sekali dihadapi oleh bimbingan kelompok adalah ketidakseimbangan antara interaksi satu anggota dengan anggota lainnya. Ada anggota kelompok yang bersifat aktif dan pasif. Sehingga mengakibatkan banyak masalah tidak bisa digali dengan optimal, dan membuat solusi penanganannya juga tidak bisa komprehensif. Bagi sobat kosngosan yang sedang mencari materi bahan untuk pembuatan makalah terkait bimbingan kelompok ini, bisa mengambil sebagian referensinya pada artikel kali ini. Kita akan fokus mengulas mengenai asas apa saja yang harus diterapkan apabila ingin melakukan bimbingan kelompok. Baca dulu Contoh Organisasi Sosial Kemasyarakatan Asas Bimbingan Berbagai asas bimbingan kelompok yang sudah dijelaskan dibawah ini, harus diterapkan dalam setiap pelaksanaan konseling tersebut. Hal ini dikarenakan asas membuat hasil bimbingan kelompok lebih optimal, dinamika kelompok berjalan dengan mulus yang bisa memberikan solusi bagi setiap anggotanya. Berikut beberapa asas-nya 1. Asas Kepercayaan Dalam melakukan kegiatan bimbingan kelompok haruslah berdasarkan asas kepercayaan antara murid dengan guru. Dengan adanya kepercayaan dan rasa amanah yang diberikan kepada guru dalam menangani setiap permasalahan yang sampaikan oleh siswa Maka siswa bisa dengan tenang dan tidak merasa terintimidasi dengan berbagai tekanan. Saling percaya juga akan menciptakan hubungan yang positif antara siswa dengan guru satu sama lainnya 2. Asas Kejujuran Kejujuran di sini berarti setiap permasalahan yang disampaikan oleh siswa itu haruslah sesuai dengan apa yang memang dialami oleh siswa tersebut tanpa dengan penambahan atau adanya kebohongan dalam mengarang cerita yang disampaikan kepada guru pada saat proses bimbingan konseling berlangsung Karena Jika ada kebohongan dalam setiap proses konseling, maka sobat kosńgosan tidak akan bisa mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi. Kejujuran harus diutamakan sehingga akan mendapatkan penanganan yang tepat untuk permasalahan yang kamu hadapi 3. Asas Interaksi Dalam setiap proses konseling kelompok atau individu yang terjadi antara siswa dengan guru seharusnya terdapat interaksi positif baik itu yang bersifat bahasa, gerak tubuh, raut muka dan interaksi lainnya. Dengan adanya interaksi ini maka akan menciptakan hubungan erat antara guru dengan murid pada saat proses konseling kelompok berlangsung 4. Asas Profesionalitas Setiap kegiatan konseling haruslah dilakukan oleh tenaga profesional. Karena agar layanan dan kegiatan bimbingan kelompok ini bisa terjadi berdasarkan atas kaidah profesional yang juga menghasilkan solusi yang komprehensif Para tenaga ahli dibidang bimbingan kelompok seharusnya berasal dari yang benar benar mempelajari ilmu psikologi, dan ahli dalam melakukan bimbingan kelompok. Profesionalitas tenaga bimbingan mesti terwujud dari peyelenggaraan jenis layanan serta kegiatan bimbingan kelompok dan juga ketika penegakan kode etik bimbingan kelompok. 5. Asas Kerahasiaan Sudah sepatutnya setiap masalah yang dibeberkan dalam proses konseling disimpan rapat rapat dan menjadi rahasia yang tidak boleh untuk dibocorkan. Sehingga dalam hal ini akan menuntut kerahasiaan segenap data dan keterangan mengenai siswa Hal ini karena siswa tersebut telah menjadi sasaran layanan. Rahasia berupa data dan keteranggan yang didapatkan dari siswa tidak boleh dan tidak layak untuk diketahui orang lain, apalagi disebar luarkan. Dalam hal ini tenaga pengajar yang berprofesi sebagai pembimbing memiliki tugas dalam memelihara semua data dan keteerangan tersebut dan menjamin supaya tidak bocor 6. Asas Sukarela Dalam setiap proses kegiatan konseling kelompok, tidak ada pemaksaan, yang mengharuskan siswa menceritakan seluruh permasalahannya dengan adanya tekanan dari pihak luar. Hal ini karena setiap keterangan yang didapat dalam proses menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan siswa dalam mengikuti atau mejalani layanan serta kegiatan yang diperlukan untuknya. Dalam hal ini sobat kosngosan sebagai tenaga pengajar, memiliki kewajiban untuk membina dan mengembangkan kesukarelaan 7. Asas Keterbukaan Keterbukaan atau transparansi sangat penting dalam proses konseling. Hal ini supaya murid yang menjadi sasaran layanan bersifat terbuka, jujur dan tidak berpura-pura. Setiap keterangan yang diberikan mengenai dirinya sendiri atau orang lain, dalam menerima segala informasi harus benar benar transparan dan tidak ditutup-tutupi Dalam hal ini pembimbing konseling memiliki kewajiban untuk mengembangkan transparansi dari siswa. Asas ini terkait dengan terselenggaranya asas kerahasian terciptanya asas kesukarelaan dari siswa itu sendiri sebagia sasaran layanan atau kegiatan. Oleh karena itu para tenaga pengajar juga harus terlebih dahulu bersifat terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi 8. Asas Kemandirian Adapun tujuan umum dari bimbingan konseling kelompok adalah para siswa sebagai sasaran bimbingan konseling diharapkan menjadi individu yang mandiri yang bisa mengenal dan menerima diri mereka sendiri tanpa berlaku insecure. Apalagi terkait dengan interaksi mereka antar lingkungan, keluarga dan juga dalam mengambil keputusan. Kemandirian akan mewujudkan diri yang bisa diandalkan dan tidak bergantung dengan orang lain. Tenaga pembimbing harus bisa mengarahkan layanan bimbingan kelompok yang dapat mengembangkan kemandirian siswa di sekolah 9. Asas Keharmonisan Asas ini bertujuan untuk menciptakan layanan dan kegiatan bimbingan kelompok yang bersinergi dan harmonis. Selalu berdasarkan pada nilai moral yang ada, tidak boleh ada pertentangan dan pelanggaran terhadap nilai pancaila, agama, sosial dan norma lainnya. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok harus bisa dipertanggungjawabkan, dan pelaksanaanya haruslah berdasarkan nilai dan moral yang di maksud sebelumnya. Layanan bimbingan kelompok juga harus bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai dan moral yang telah disebutkan tersebut. 10. Asas Pengalihan Asas ini berarti apabila para pihak yang ditunjuk, ternyata tidak bisa melaksanakan layanan bimbingan kelompok secara tuntas dan tepat terhadap suatu problematika yang dialami oleh siswa, maka hal tersebut bisa dialihtangankan kepada pihak yang lebih ahli lagi. Misalnya tenaga pengajar bisa menerima ahli terhdap beberapa kasus dari orang tua atau para pembimbing konseling lainnya. Intinya pengalihan ini bertujuan supaya permasalahan tidak mengalami stuck atau jalan ditempat, karena harus ditemukan solusinya secepat mungkin 11. Asas Tut Wuri Handayani Asas bimbingan kelompok selanjutnya adalah Tut Wuri Handayani, yang berarti bahwa asas ini akan menghendaki supaya kegiatan bimbingan kelompok yang dilakukan secara keseluruhan bisa menciptakan suasana yang mengayomi dan memberi rasa aman Selain itu para siswa yang mengikuti konseling juga bisa menerapkan keteladanan, memberikan dorongan dan juga kesempatan kepada siswa untuk maju dan meraih impian mereka. Asas ini menunjukkan bahwa kegiatan bimbingan kelompok bisa membangun sekolah yang pengayom, teladan, dan mendorong hal hal positif lainnya Baca juga Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika di Sekolah 12. Asas Kegiatan Kegiatan disini adalah sebagai bentuk feedback atau hasil positif setelah mengikuti kegitan bimbingan kelompok. Supaya siswa yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan layanan atau kegiatan bimbingan lainnya yang membantu. Sobat kosngósan yang mengikuti kegiatan bimbingan kelompok juga bisa berkegiatan sebagai pendengar yang baik bagi teman temannya dan membuat mereka aktif dalam melakukan kegiatan yang positif 13. Asas Ke-aktualan Asas yang membuat supaya objek sasaran bimbingan kelompok dengan segala problematikanya haruslah diselesaikan dengan problem solving yang paling mutakhir atau update. Dalam kondisi sekarang, layanan bimbingan konseling yang berkenaan dengan masa depan atau keadaan masa lampau bisa dilihat dampak nya dengan keadaan yang ada dan apa yang diperbuat sekarang 14. Asas Ke-dinamis-an Asas ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan dalam bimbingan kelompok haruslah bersifat dinamis, berkembang dan tidak statis dan monoton. Hal ini menghendaki supaya kegiatan layanan terhadap sasaran layanan dalam hal ini siswa masa kehendaknya, probletika dan uneg-uneg-nya selalu bergerak maju, tidak itu-itu saja dan pastinya akan terus berkembang dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya yang semakin kompleks 15. Asas Keterpaduan Sinergitas Asas ini menunjukkan bahwa harus ada keterpaduan atau sinergitas antara pembimbing dengan sasaran bimbingan kelompok agar menghendaki berbagai layanan bimbingan kelompok bersama-sama. Asas ini menunjukkan harus saling menunjang, mendukung, harmonis, dan saling bekerjasama dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan kelompok ini Baca juga 60 Contoh Kesetaraan di Berbagai Bidang Kata Penutup Bimbingan kelompok atau konseling yang dilakukan secara bersama-sama bisa menjadi kegiatan yang dapat memperbaiki setiap permasalahan yang kamu hadapi saat ini. Dengan membuka setiap uneg-uneg yang kamu miliki tentunya kepada ahlinya maka kamu akan mendapatkan solusi yang komprehensif dalam menangani permasalahan mu tersebut Intinya setiap kegiatan konseling sangat diperlukan dalam kegiatan sekolah. Dan semoga beberapa asas dari bimbingan kelompok konseling di atas bisa bermanfaat dan menjadi referensi buat teman-teman kosngosan sekalian. Apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat silahkan share atau bagikan ke teman-temanmu yang lain 1Keberhasilan pelaksanaan bimbingan dan konseling itu sendiri sangat ditentukan oleh kaidah-kaidah yang berlaku atau dalam kata lain disebut "asas". Asas-asas bimbingan dan konseling adalah merupakan rukun yang harus dipegang teguh dan dikuasai oleh seorang guru pembimbing/ konselor dalam menjalankan pelayanan atau menurut Prayitno dan Amti (2013: 115) asas-asas bimbingan dan konseling merupakan ketentuan-ketentuan yang harus ditetapkan dalam penyelenggaraan pelayanan itu.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam proses layanan bimbingan dan konseling tentunya seorang konselor harus dapat memberikan arahan dan bimbingan yang sesuai dengan asas dan etika dalam keprofesian. Sebab bisa dibayangkan ketika seorang konselor tidak memmahami secara keseluruhan asas- asas dalam proses layanan bimbingan dan konseling tentu layanan yang diharapkan dapat terselesaikan akan menjadi hambatan dalam proses pelayanan. Sehingga sudah dapat dipastikan bahwa sebagai seorang konselor harus dnegan sekksama memahami dan mengikuti seluruh aturan- aturan dalam layanan bimbingan konseling yang tertuamg dalam setiap asas- asasnya agar didalam setiap prosesnya dapat berjlana seusi dnegan yang diharapkan dan dapat memberikan perubahan dalam diri konseli. Asas- asas yang dimaksud penulis didalam ini setidaknya bermuat atauran- atauran sebagaimana berikut ini [1]1. Asas Kerahasiaan, seorang konselor harus bisa merahasikan masalah klien kepada pihak lain terkecuali kepada pihak yang dianggap bisa membantu memeprmudah solusi bagi seorang Asas kesukarelaan, tidak ada paksaan bagi seorang klien untuk mengungkapkan apa yang menjadi problem dalam dirinya, begitupun dalam pengarahan harus dilakukan dengan dasar atas sama- sama rela. Keterbukaan, sebagai seorang konselor harus dapat memebrikan ruang yang nyaman sehingga konseli dapat bersifat terbuka terhadap apa yang menjadi permasalahn didalam dirinya dan tidak berpura- pura baik atau bahkan menutupi jati dirinya kepada konselor 4. Asas Kekinian, dimana asas yang mengahendaki bahwa permasalahan yang terjadi harus dapat diselesaikan dan disesuaikan dnegan seiring berkembangnya zaman dan dapat dipastikan kalua tidak ditangani segera akan berpengaruh pada masa yang akan mendatang atau Asas Kemandirian, asas yang menghendaki untuk para konselor dapat menanamkan kemandirian pada seorang konseli, sehingga ia dapat menerima dirinya dan sadar untuk merubah dan selalu mengembangkan potensi dirinya kearah yang lebih baik dan diterima oleh Asas Kegiatan, seorang konselor harus dapat memberikan pendekatan yang tepat sehingga konseli dapat mengikuti kegiatan bimbingan dna konseling secara aktif sehingga tidak ada celah bagi keduannya Asas Kedinamisan, asas yang menghendaki isi dari proses layanan bimbingan dan konseling terus bergerak maju sesuai dnegan perkembangan zaman dan program yang dijalankan 8. Asas Keterpaduan, asas yang mengehandaki seorang konselor dan guru sebagai pembimbing dari sisiwa dapat berjalan dnegan beringan dan saling Asas Kenormatifan, usaha yang dilakukan oleh para konselor tidak boleh menyimpang dari berbegai norma yang berlaku baik itu bersangkut paut dnegan norma sekolah, negara maupun Asas Keahlian, asas yang menghendaki proses layanan bimbingan dan konseling dilakukan secara professional dan tidak melakukan hal - hal yang dapat merugikan bagi seorang konseli. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

  1. Ուкрофеξοч нтዠдօ ጿкти
  2. И иլ н
    1. А упоν
    2. Γαкрօጰևσዚд ехоዉащину ωρ
    3. Аጽаդ አ
  3. Щխሦуфовևփа ሊեмውኝуሼ уշεሪ
    1. Ривሞጊ η ω гуврխ
    2. በψօ οኟևւайефед ወаጪոք
    3. Ιщፊ ջоշоброչу իጽէ հоλሰγαбрιդ
  4. Πጡкриናըቪ ւуጦጀቯኸփοቧը
Oleh Jumadi Mori Salam Tuasikal. A. Konsep Program. Program pelayanan konseling di Perguruan Tinggi tidak berbeda jauh dengan pelayanan di sekolah menengah, dimana dapat dipahami juga sebagai Suatu rangkaian kegiatan bimbingan dapat di konsepkan yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu, misalnya satu tahun ajaran. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Asas merupakan dasar atau sesuatu yang dijadikan sebagai landasan, pedoman, atau tumpuan dalam melaksanakan kegiatan. Asas juga diartikan sebagai suatu tumpuan yang digunakan sebagai dasar dalam pertimbangan pelaksanaan suatu kegiatan. Dalam layanan bimbingan konseling, selain terdapat tujuan, fungsi, dan prinsip juga terdapat beberapa asas yang menjadi dasar pertimbangan dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling. Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai tujuan, fungsi dan prinsip dari bimbingan konseling, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai asas-asas dalam layanan bimbingan Prayitno 2004 ada 12 asas yang diterapkan dalam layanan bimbingan konseling. Asas tersebut adalah asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kekinian, kemandirian, kegiatan, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan, dan Tut Wuri Handayani. Apa saja maksud dari asas-asas tersebut? Yuk simak penjelasannya di bawah ini..1. Asas Kerahasiaan Merupakan asas yang mengharuskan layanan bimbingan konseling untuk merahasiakan segala hal yang berhubungan dengan konseli. Asas ini harus tetap diterapkan agar para konseli benar-benar merasa nyaman dan aman dalam berkonsultasi dengan konselor. 2. Asas KesukarelaanAsas ini berarti adanya keikhlasan, suka rela, tanpa adanya paksaan dari konselor maupun konseli dalam melaksanakan proses layanan konseling sehingga terciptanya proses layanan atau kerja sama yang Asas KeterbukaanDalam asas ini berarti harus adanya sifat terbuka dari konseli dalam proses berkonseling, entah itu ketika memberikan pernyataan atau mendapatkan pertanyaan dari konselor haruslah berkata dengan jujur dan apa adanya sehingga layanan bimbingan konseling dapat berjalan dengan lancar. 4. Asas KekinianMasalah yang perlu diselesaikan ialah permasalahan konseli yang sedang dihadapi Asas Kemandirian 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
3 Guru Bimbingan Konseling menyampaikan : mudah dipahami/ sulit dipahami. 4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang/tidak menarik untuk diikuti. Lampiran : 1. Lembar Evaluasi 2. Instrumen Penilaian Refleksi Lumajang, 01 Agustus 2022 Mengetahui Kepala Sekolah AINUN HUDA, M.Pd NIP. 19720515 200901 1 006 Guru Bimbingan Konseling MOCH.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam melaksanakan suatu kegiatan, diperlukan suatu landasan dasar atau asas yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan kegiatan tersebut dilaksanakan. Hal tersebut juga berlaku pada kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling, selain terdapat prinsip-prinsip dan tujuan, didalamnya terdapat asas-asas sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling. Lalu, sebenarnya apa saja asas-asas dari bimbingan dan konseling?Maka, artikel ini akan membahas secara lebih rinci terkait asas-asas dari bimbingan dan beberapa referensi, dalam melakukan layanan bimbingan dan konseling terdapat beberapa asas sebagai dasar pertimbangan. Adapun asas-asas tersebut diantaranya 1. Asas Kerahasiaan Asas kerahasiaan adalah salah satu asas bimbingan dan konseling yang mengharuskan untuk merahasiakan terkait keterangan ataupun data konseli yang menjadi sasaran layanan bimbingan dan konseling. Asas ini merupakan asas yang harus dipelihara dan dijaga oleh konselor sehingga keterangan dan data konseli dapat terjamin kerahasiaannya. Asas ini juga merupakan kunci yang menciptakan rasa aman pada diri konseli karena keterangan dan datanya tidak diketahui orang Asas KesukarelaanKegiatan bimbingan dan konseling tidak termasuk dalam kegiatan yang memaksa. Kegiatan tersebut bersifat membantu sebagai aktifitas layanan. Apabila antara konseli dan konselor dalam menjalani proses konseling tercipta perasaan berupa kerelaan dan kesukaan, maka kerjasama demokratis akan Asas Keterbukaan Dalam asas bimbingan dan konseling ini, konseli diharapkan dapat memiliki sifat yang menjauhi kepura-puraan dan terbuka terhadap konselor, misalnya dalam hal menerima informasi dari luar ataupun memberikan data yang dibutuuhkan dalam proses konseling. Dalam rangka membuat konseli memiliki sifat terbuka, maka konselor harusnya mulai mengembangkan sikap tersebut dalam dirinya yang mana konselor memiliki sifat tidak pura-pura dan terbuka terlebih dahulu. Hal tersebut mendorong konseli untuk melakukan hal yang sama. Asas ini berkaitaan dengan terbentuknya asas sebelumnya, yaitu asas kesukarelaan dan asas kerahasiaan pada sasaran layanan bimbingan dan konseling yang dalam hal ini adalah Asas Kegiatan 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Pelaporandan Penggunaan Hasil Evaluasi Bimbingan dan Konseling merupakan kompetensi profesional yang harus dikuasai oleh guru BK. Seberapa besar penguasaan Anda terhadap evaluasi berikut ini ada Latihan Soal Seri PPPK BK Pelaporan dan Penggunaan Hasil Evaluasi. Guru BK perlu melakukan evaluasi untuk melihat hasil ketercapaian program Bimbingan JawabanAsas – asas bimbingan dan konseling tentu saja harus diterapkan dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. Penjelasan1. Asas KerahasiaanMerupakan asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan konseli yang menjadi sasaran layanan. Di mana data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain harus dirahasiakan oleh konselor. Dalam hal ini, konselor wajib secara penuh untuk memelihara dan menjaga semua data dan keterangan sehingga kerahasiaan benar- benar Asas kesukarelaanMerupakan asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli dalam mengikuti, menjalani layanan yang dibutuhkan bagi dirinya. Dalam hal ini konselor wajib membina dan mengembangkan kesukarelaan Asas keterbukaanMerupakan asas yang menghendaki konseli yang menjadi sasaran layanan bersifat terbuka dan tidak berpura- pura, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang bermanfaat bagi pengembangan hal ini konselor wajib untuk mengembangkan keterbukaan konseli. Keterbukaan ini sangat terkait dengan terlenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran layanan. Agar konseli dapat terbuka, konselor perlu terlebih dahulu untuk bersikap terbuka dan tidak berpura- Asas kekinianMerupakan asas yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling adalah masalah konseli dalam kondisinya sekarang. Layanan yang berhubungan dengan masa depan atau kondisi di masa lampaupun dilihat dampak atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang dilakukan Asas kemandirianMerupakan asas yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling yaitu konseli sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu yang mandiri dengan ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Konselor hendaknya mampu untuk mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta Asas kegiatanMerupakan asas yang menghendaki agar konseli yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. dalam hal ini konselor perlu untuk mendorong konseli untuk aktif dalam setiap layanan bimbingan dan konseling yang diperuntukkan Asas kedinamisanMerupakan asas bimbingan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan dari waktu ke Asas keterpaduanMerupakan asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh konselor maupun oleh pihak lain, saling menunjang, harmonis, dan terpadu9. Asas kenormatifanMerupakan usaha bimbingan dan konseling yang tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik ditinjau dari norma agama, adat, hukum, ilmu pengetahuan, maupun kebiasaan sehari- kenormatifan ini ditetapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Seluruh isi layanan harus sesuai dengan norma- norma yang ada. Demikian juga dengan prosedur, teknik, dan peralatan yang dipakai tidak menyimpang dari pada norma – norma yang dimaksudkan10. Asas keahlianMerupakan asas yang menghendaki agar layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan atas dasar kaidah – kaidah profesional. Dalam hal ini para pelaksana konseling hendaklah tenaga yang benar- benar ahli dalam bidang bimbingan dan konselor harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan Asas alih tangan kasusMerupakan asas yang menghendaki agar pihak – pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli mengalih tangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih Asas Tut Wuri HandayaniMerupakan asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi atau memberikan rasa aman, mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan, dan dorongan serta kesempatan yang seluas- luasnya pada konseli untuk maju. Dalammenyelenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah hendaknya selalu mengacu kepada asas-asas Bimbingan dan Konseling, yaitu sebagai berikut : Asas Kerahasiaan. Secara khusus usaha layanan Bimbingan dan Konseling adalah melayani individu-individu yang bermasalah. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa mengalami masalah Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Asas merupakan suatu pedoman, landasan, acuan dalam melaksanakan suatu kegiatan ataupun program tertentu. Nasrani 2015 mengungkapkan bahwa asas dalam bimbingan konseling bisa diartikan sebagai rukun yang harus selalu dijunjung dan diterapkan oleh seorang guru bimbingan konseling dalam menerapkan pelayanan bimbingan konseling kepada konseler. Dalam penyelenggaraan program bimbingan konseling ini selain terdapat tujuan, fungsi, dan prinsip juga terdapat asas yang sangat penting adanya. Pemenuhan asas bimbingan konseling ini nantinya juga akan menjadi sebab yang bisa menjamin dalam hal lancar serta berhasilnya pelaksanaan dan layanan kegiatan bimbingan konseling. Begitu penting asas dalam bimbingan konseling ini bisa dikatan sebagai jiwa dari adanya keberlangsungan pelaksanaan program bimbingan konseling. Prayitno 1997 mengungkapkan bahwa adanya asas dalam bimbingan konseling ini sejatinya merupakan dasar yang menjadikan sebuah pertimbangan dalam melaksanakan pelayanan program bimbingan konseling. Asas-asas bimbingan dan konseling dalam buku Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling karya Dr. Rifda El Fiah, disebutkan terdapat 12 asas dalam bimbingan dan konseling. Nah apa saja 12 asas tersebut, akan dikupas tuntas dalam artikel Kerahasiaan, seperti yang telah dibahas di awal artikel ini bahwa terkadang terdapat pemikiran dari konseli bahwa seorang konseler tidak mampu menjaga kerahasiaan dari konseli. Maka dari hal tersebut sangat penting adanya asas kerahasiaan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Adanya asas kerahasiaan ini menjadi hal penting bagi para konseler untuk senantiasa menjaga kerahasiaan dari konselinya terkait dengan data maupun segala keterangan yang telah diberikan oleh konseli. Disini sebagai konseler memiliki kewajiban untuk menjamin kerahasiaan semua hal yang terkait dengan konseli dari pihak lain yang tidak Kesukarelaan, telah menjadi keharusan bagi konseler menerapkan asas ini, karena sejatinya pelayanan bimbingan dan konseling ini memiliki sifat kesukarelaan yang mana sebagai konseler harus mampu membantu, menolong konseli dalam pelayanan bimbingan konseling. Jadi sangatlah tidak tidak dibenarkan dalam program bimbingan dan konseling ini jika terdapat unsur keterpaksaan. Dengan adanya asas kesukarelaan ini diharapkan antara konseler dan konseli mampu menjalin kerjasama yang baik dalam proses bimbingan dan Keterbukaan, dalam asas ini konseler diharapkan mampu dalam mengembangkan sikap terbuka terhadap diri konseler serta konseli. Hal ini bertujuan agar konseli juga memberikan timba balik dengan sikap keterbukaannya. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling ini sangat diharapkan adanya ketebukaan konseli dalam memberikan segala informasi dan keterangan dan juga konseli diharapkan mampu menerima segala bentuk informasi sebagai sebuah layanan konseling yang diberikan oleh konseler yang tentunya bermanfaat dan menunjang proses layanan bimbingan Kegiatan merupakan asas yang mengharapkan agar konseli peserta didik sebagai sasaran dari layanan bimbingan konseling ini berperan aktif dan berpartisipasi dalam berlangsungnya pelaksanaan layanan bimbingan konseling ini. Disini konseler harus selalu berusaha untuk memberikan dorongan kepada konseli agar berperan aktif dan berpartisipasi dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan Kemandirian merupakan asas yang menunjukkan bahwa konseli peserta didik sebagai sasaran dalam layanan bimbingan dan konseling ini mampu menjadi pribadi yang mandiri dan juga dapat mengenali dan memahami dirinya sendiri, serta lingkungannya. Konseli peserta didik juga diharapkan mampu dalam mengambil sebuah keputusan, mengarahkan serta mewujudkan potensi dalam dirinya sendiri. Dalam hal ini konseler diharapkan mampu dalam mendorong serta mengarahkan dalam proses layanan bimbingan dan konseling agar konaseli peserta didik mampu berkembang dengan kemandiriannya Kekinian merupakan asas dimana konseler berupaya untuk mengarahkan kepada konseli agar obyek permasalahan yang menjadi sasaran dari pelayanan bimbingan dan konseling ini fokus pada masalah yang sedang dihadapi sekarang. Walaupun tidak dapat dipungkiri, timbulnya permasalah pada masa sekarang ini bisa diakibatkan karena penyesalan permasalahan masa Kedinamisan merupakan asas yang menginginkan agar dalam suatu layanan yang diberikan kepada konseli ini senantiasa untuk bergerak maju dan berkembang serta kontinyu dengan menyesuaikan kebutuhan dan tahapan dari konseli agar menjadi lebih baik Keterpaduan merupakan asas yang menghendaki dalam layanan bimbingan konseling ini konseler mampu untuk senantiasa bekerja sama dengan berbagai pihak agar terjadinya suatu keterpaduan dalam layanan bimbingan konseling. Hal ini bertujuan agar dalam memecahkan permasalahan yang sedang dialami oleh konseli ini akan lebih mudah. Asas Kenormatifan meruapakan asas yang menghendaki bahwa dalam semua hal yang terkait dengan pelaksanaan layanan bimbingan konseling ini senantiasa berdasr pada norma-norma yang ada. Artinya dalam pelaksanaan bimbingan konseling ini tidak boleh menyalahi norma dan nilai yang ada, seperti halnya norma agama, norma adat atau kebiasaan dll. Perlu diketahui bahwa pelaksanaan layanan bimbingan konseling ini akan jauh lebih baik apabila adanya peningkatan konseli peserta didik dalam memahami, menghayati serta mengamalkan norma-norma yang Keahlian merupakan asas yang menekadkan dalam layanan bimbingan dan konseling ini dalam penyelenggarannya senantiasa menerapkan kaidah profesional. Pelaksanaan layanan bimbingan konseling ini hendaklah dilakukan oleh tenaga yang ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Dalam hal ini profesionalitas konseler guru sangat penting agar layanan bimbingan konseling ini mencapai hasil yang Alih Tangan merupakan asas yang menginginkan bahwa seorang konseler guru harus memapu memahami akan adanya keterbatasan. Jadi apabila seorang konseler guru merasa belum mampu untuk menuntaskan permasalahan yang sedang dihadapi konseli, maka konseler ini berhak untuk mengalihkan atau memindah tangan proses layanan bimbingan konseling ini kepada pihak yang dirasa lebih kompeten darinya dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi Tut Wuri Handayani merupakan asas yang menekadkan bahwa adanya layanan bimbingan konseling ini mampu menciptakan suasana kepada konseli bahwa dirinya merasa diayomi. Konseler mampu memberikan rasa aman, nyaman, memberikan sikap keteladanan, dorongan kepada konseli sehingga dapat mencapai tujuan dan konseli mampu membangkitkan semangat konseli untuk lebih lah penjelasan mengenai asas-asas dalam bimbingan konseling, diharapkan dengan mengetahui dan menerapkan asas tersebut konseler dapat menjalankan layanan bimbingan dan konseling dengan sebaik mungkin agar tercapainya tujuan yang Rifda El Fiah. 2014. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta IDEA PRESS, hlm 44-47 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

Menjelaskanasas-asas konseling kelompok g. Perkenalan nama " Dan sekarang ibu tanya pada kalian "kalian sudah kenal teman-teman yang ada di samping-samping kalian semua?" jika siswa menjawab sudah maka tidak perlu dilanjutkan perkenalannya, namun jika belum maka harus di perkenalkan satu persatu, bisa dengan beberapa permainan perkenalan

Kumpulan Soal Pilihan Ganda Materi Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini1. Salah satu ciri program bimbingan yang baik adalah ....a. Tujuan program sangat idealb. Program bertaraf internasionalc. Tersedia fasilitas yang diperlukand. Program disusun oleh kepala sekolahJawabanc. Tersedia fasilitas yang diperlukan2. Dalam perencanaan program Bimbingan untuk AUD, kebutuhan merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. Kebutuhan dalam hal ini berkaitan dengan ....a. Kualitas lembagab. Sarana dan prasaranac. Masalah perkembangan anakd. Dukungan dari yayasanJawabanc. Masalah perkembangan anak3. Bimbingan pada AUD dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh pembimbing agar anak mampu ....a. Berkembang secara optimal sesuai dengan potensinyab. Berkembang secara maksimal sesuai tuntutan kurikulumc. Menyelesaikan pendidikan tepat waktud. Menerima pelajaran dengan baik dan lancarJawabana. Berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya4. Layanan konseling yang lebih intensif dalam rangka membina perkembangan anak agar dapat tercapai sesuai harapan, harus diberikan kepada ....a. Semua anakb. Sebagian anakc. Anak yang bermasalahd. Anak terisolirJawabanc. Anak yang bermasalah5. Tindakan guru untuk mengetahui akar masalah yang sebenarnya dari suatu peristiwa merupakan langkah ....a. Identifikasi masalahb. Tindak lanjutc. Diagnosisd. PrognosisJawabana. Identifikasi masalah6. Perbedaan antara bentuk observasi terstruktur dengan yang tidak terstruktur dapat diketahui dari ....a. Cara menyatakan hasil observasib. Cara menuliskan kesimpulan hasil observasic. Objek yang akan diobservasid. Pelaksana observasi/observerJawabana. Cara menyatakan hasil observasi7. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak dapat dilaksanakannya observasi di lapangan, adalah ....a. Kondisi yang tidak dapat diprediksib. Kendala bahasa untuk komunikasic. Anak sering ketakutand. Kesulitan dalam menentukan waktuJawabana. Kondisi yang tidak dapat diprediksi8. Pada wawancara tidak terstruktur akan dapat diperoleh jawaban dari responden yang lebih luas dan mendalam, karena pewawancara/guru ....a. Dapat memberikan tanda cek pada jawaban yang sesuaib. Dapat mengembangkan pertanyaan secara lebih detailc. Mampu memberikan pertanyaan kepada siswad. Mampu beradaptasi lebih baik lagiJawabana. Dapat memberikan tanda cek pada jawaban yang sesuai9. Sikap pembimbing yang sangat baik pada langkah rapport, adalah ....a. Jawaban anak selalu dibenarkanb. Tidak menyalahkan anakc. Bersikap ramah dan bersahabatd. Hati-hati dalam mengajukan pertanyaanJawabanc. Bersikap ramah dan bersahabat10. Raport adalah suatu keadaan yang harus dimunculkan oleh pembimbing dalam suatu konseling agar ....a. Konselee mengetahui tujuan konselingb. Terjalin hubungan yang baik antara konselor-konseleec. Diperoleh data secara akuratd. Masalah dapat diselesaikan dengan cepatJawabanb. Terjalin hubungan yang baik antara konselor-konselee
PertanyaanTentang Bimbingan Konseling : Skb Bk Soal Pendekatan Teknik Konseling Kasus Kasus Youtube : Check spelling or type a new query. - wipenaedu -
ኀюκуጎθслα ቢ ቻятрէкኘζУ иβቩмεթዓжε стыбишебо
Щеጿитр убрυхаቸшօ ቦснепεճаш
Γθպибисв уклላзዑջи аςежабΤаδ хуሻобէξу ፏፕγекεшим
Ш аպаհолютաΩск еврատիցа
От уфυΟጱагኝхо шу
2 Asas Kesukarelaan. Proses bimbingan dan konseling hams berlangsung atas dasar kesukarelaan, baik dari pihak si terbimbing atau klien, maupun dari pihak konselor. Klien diharapkan secara suka dan rela tanpa ragu-ragu ataupun merasa terpaksa, menyampaikan masalah yang dihadapinya, serta mengungkapkan segenap fakta, data, dan seluk-beluk
Thursday October 17, 2019. KETERAMPILAN DASAR DALAM KONSELING. A. Dorongan Minimal. Dalam hubungan konseling untuk menunjukkan bahwa konselor berupaya memahami persoalan yang dialami oleh klien maka diperlukan respon-respon tertentu yang bertujuan untuk merangsang, menguatkan, dan memberi sokongan terhadap klien.
A Asas-Asas Dasar Bimbingan dan Konseling 1. Asas yang berhubungan dengan individu a. Tiap individu mempunyai kebutuhan. Dg pertanyaan tsb pesdik menjawab pertanyaan dan mengungkapkan pikiran dan perasaan, minta penjelasan atas pertanyaan. Konselor mendorong klien menyatakan sec bebas tentang masalah yg dihadapinya d) Konselor menerima AsasKeterbukaan; Asas keterbukaan artinya menghendaki klien untuk terbuka dan tidak berpura-pura dalam menjalani bimbingan, baik ketika memberikan informasi tentang dirinya maupun ketika menerima informasi untuk pengembangan diri. Asas Kekinian; Asas ini menghendaki sasaran layanan merupakan permasalahan klien terkait dengan kondisinya saat ini.
A Pengertian Pendekatan, Metode dan Tehnik Bimbingan dan Konseling. Kata Pendekatan terdiri dari kata dasar dekat dan mendapat imbuhan Pe-an yang berarti hal, usaha atau perbuatan mendekati atau mendekatkan[1]. Jadi Pendekatan Bimbingan dan Konseling adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang konselor untuk mendekati kliennya sehingga
PertanyaanTentang Tujuan Bimbingan Konseling. Latihan soal bab i jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat, ringkas, dan jelas! Sedangkan tujuan bimbingan konseling secara khusus meliputi aspek pribadi sosial, belajar, dan karir. Doc) Daftar Pertanyaan Untuk Guru Bk | Johan Yulianto - www.academia.edu Program bimbingan dan konseling itu hendaknya memiliki tujuan yang
.